Portal Jatim

Ada Perbedaan Keterangan dan Fakta Lapangan, Warga Minta Proyek Condong–Segaran Diaudit

Redaksi
×

Ada Perbedaan Keterangan dan Fakta Lapangan, Warga Minta Proyek Condong–Segaran Diaudit

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO — Penjelasan pelaksana proyek perbaikan ruas jalan Condong–Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, dinilai belum sepenuhnya menjawab keluhan warga yang terdampak aktivitas pekerjaan di Desa Racek, khususnya Dusun Racek Tengah.

Sebelumnya, Roni selaku pelaksana kegiatan membenarkan penggunaan truk berukuran besar untuk mengangkut material proyek. Ia juga menyampaikan bahwa penyiraman jalan dilakukan tiga hingga empat kali dalam sehari sebagai langkah mengendalikan debu.

“Iya betul. Truk besar untuk pengangkut material saya pak. Dan perihal dampak kerusakan nanti kita perbaiki pak. Untuk jalan di ruas penanganan pekerjaan kita ada penyiraman pak, 3-4 kali sehari,” ujar Roni saat dikonfirmasi.

Namun, sejumlah warga Racek Tengah menyampaikan kondisi yang mereka rasakan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan keterangan tersebut.

Warga mengakui penyiraman jalan memang dilakukan. Akan tetapi, mereka menilai pelaksanaannya belum merata sehingga debu masih beterbangan ketika kendaraan pengangkut material melintas.

Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Debu dari jalan dilaporkan masuk ke lingkungan rumah dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur proyek.

Selain persoalan debu, keberadaan kendaraan berat juga menjadi perhatian warga. Intensitas truk yang melintas dikhawatirkan memberikan beban tambahan terhadap jalan lingkungan yang sebelumnya dinilai masih dalam kondisi baik.

Warga mempertanyakan sejauh mana langkah mitigasi telah diterapkan selama proyek berlangsung. Mereka berharap pengendalian dampak tidak hanya dilakukan setelah muncul keluhan, tetapi menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan sejak awal.

Perbedaan antara penjelasan pelaksana dengan pengalaman warga di lapangan pun memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan proyek, khususnya terkait pengendalian debu dan potensi kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan berat.

Bagi masyarakat, keberhasilan proyek tidak semata-mata ditentukan oleh rampungnya pembangunan jalan. Proses pengerjaan juga dinilai harus memperhatikan keselamatan, kenyamanan, serta kondisi lingkungan masyarakat yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.

Baca Juga:
Halal Bihalal KAHMI Jatim Jadi Forum Strategis, Bahas Ketahanan Daerah dan Sinergi Pembangunan

Karena itu, warga meminta pelaksana proyek, konsultan pengawas, dan instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memastikan pengendalian debu berjalan efektif, penggunaan kendaraan berat tidak menimbulkan kerusakan yang tidak semestinya, serta seluruh kewajiban pelaksana dipenuhi sesuai ketentuan pekerjaan.

Hingga berita ini diperbarui, masih terdapat perbedaan keterangan antara pelaksana proyek dan sejumlah warga mengenai kondisi di lapangan. Media News Cakra tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak pelaksana, konsultan pengawas, maupun instansi terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan transparansi dalam pemberitaan proyek yang menggunakan anggaran publik.