OlahragaPortal DIY

Atlet Dayung Sleman Diminta Tetap Berprestasi Meski Hadapi Keterbatasan Fasilitas

Portal Indonesia
×

Atlet Dayung Sleman Diminta Tetap Berprestasi Meski Hadapi Keterbatasan Fasilitas

Sebarkan artikel ini
Ketua PODSI Sleman, Subardi (paling kanan), Ketua KONI Sleman Haris Sutarta (tengah) dan Ketua Panitia Jainudin Walid

SLEMAN – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, meminta para atlet dayung Sleman tetap menjaga semangat berlatih dan disiplin meski menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

Pesan tersebut disampaikan Haris saat membuka Rapat Kerja Pengurus Kabupaten Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sleman Tahun 2026 di Watugajah, Sendangagung, Minggir, Selasa (16/6/2026).

Haris menekankan pentingnya atlet mengikuti arahan pelatih agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal dan berujung pada peningkatan prestasi.

“Semangat berlatih dan mengikuti arahan pelatih sangat penting karena pelatih lebih memahami potensi atlet sehingga dapat membantu mencapai prestasi yang lebih baik,” kata Haris.

Dalam kesempatan itu, Haris mengapresiasi capaian atlet dayung Sleman pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY di Gunungkidul yang berhasil meraih dua medali emas, enam medali perak, dan lima medali perunggu.

Ia juga memberikan penghargaan kepada atlet dayung Arbain Wisnu Mukti yang diterima sebagai personel TNI Angkatan Darat serta Nur Khasanah yang memperoleh beasiswa kuliah di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Nur sebelumnya juga tampil pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Menurut Haris, capaian tersebut menjadi modal penting bagi atlet dayung Sleman untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Meski demikian, ia mengakui cabang olahraga dayung di Sleman masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan. Karena itu, atlet diminta tidak patah semangat dan terus meningkatkan kemampuan fisik maupun teknik.

Sementara itu, Ketua Umum PODSI Sleman, Subardi, mengatakan keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan utama dalam pembinaan atlet. Sejumlah perahu dan alat dayung yang dimiliki dalam kondisi rusak, sedangkan lokasi latihan yang tersedia hanya berada di Embung Kaliaji, Turi, dengan panjang lintasan sekitar 100 meter.

Baca Juga:
PODSI Sleman Gelar Kejurkab Dayung, Begini Pesan Ketua KONI

Padahal, kata dia, lintasan ideal untuk latihan dayung memiliki panjang lebih dari 1.000 meter.

“Kami juga masih menghadapi keterbatasan sarana untuk membawa perahu dari basecamp menuju lokasi latihan. Namun, berkat dukungan sumber daya manusia dan atlet yang memiliki semangat tinggi, pembinaan tetap berjalan,” ujar Subardi.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap program pembinaan atlet dayung secara berkelanjutan.

Ketua Panitia Raker PODSI Sleman, Jaiudin Walid, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti seluruh pengurus dan atlet. Agenda rapat meliputi laporan pertanggungjawaban kegiatan tahun 2025, evaluasi program kerja, serta penyusunan program kerja tahun 2026.

Selain itu, rapat juga membahas persiapan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang serta persiapan menghadapi Porda DIY di Kulon Progo tahun depan.

“Kami juga mematangkan persiapan teknik dan mental atlet untuk menghadapi berbagai agenda kompetisi yang akan datang,” kata Jaiudin. (Brd)