PROBOLINGGO – Peristiwa dugaan penganiayaan brutal kembali mengguncang wilayah Kabupaten Jawa Timur. Seorang warga berinisial S diduga menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh pria berinisial A bersama sejumlah rekannya di kawasan wisata baru Dusun Rabunan, Desa Batur, Kecamatan Gading, Senin (11/5/2026).
Insiden tersebut sontak menyita perhatian masyarakat setelah sebuah video amatir yang merekam detik-detik kejadian beredar di kalangan warga dan keluarga korban. Dalam rekaman itu, terlihat pelaku datang bersama beberapa orang lainnya. Salah seorang di antaranya tampak melancarkan serangan secara brutal terhadap korban.
Korban S, berdasarkan keterangan keluarga, tidak memberikan perlawanan selama insiden berlangsung. Ia memilih pasrah hingga akhirnya roboh ke tanah dan kehilangan kesadaran akibat hantaman bertubi-tubi yang diterimanya.
Usai kejadian, korban segera dievakuasi ke RS Rizani Paiton untuk mendapatkan penanganan medis intensif karena kondisinya dinilai cukup serius.
Pihak keluarga kemudian melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polsek Gading agar proses hukum segera berjalan. Namun, keluarga mengaku kecewa karena hingga kini pelaku disebut masih bebas dan belum diamankan aparat.
Selain itu, keluarga korban juga menyoroti sikap Kepala Desa Batur yang dinilai belum menunjukkan respons ataupun langkah perlindungan terhadap warganya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Kami memohon keadilan yang seadil-adilnya. Kepada Kepala Desa Batur, terutama Bapak Kapolsek Gading dan jajaran penyidik, kami berharap pelaku segera ditangkap. Jangan biarkan pelaku bebas sementara korban masih terbaring sakit. Kami butuh kepastian hukum,” ujar perwakilan keluarga korban.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Aipda Soewondo, S.H, selaku Bhabinkamtibmas Desa Batur, menjelaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian. Jum’at (15/06/2026)
“Sudah ditangani Pak Kanit dan sudah ditandatangani oleh Kanit. Saat itu saya juga piket dan langsung ke RS Rizani untuk mengecek kondisi korban. Proses lanjut masih berjalan,” ujarnya.
Di sisi lain, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Batur Junaidi belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi media melalui pesan WhatsApp.











