PURWOREJO – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tawang Sari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, memanfaatkan Dana Ketahanan Pangan Tahun 2025 untuk mengembangkan usaha peternakan berbasis potensi lokal.
Direktur BUMDes Tawang Sari Muksin di Purworejo, mengatakan pengelolaan dana tersebut difokuskan pada dua sektor, yakni ternak kambing perah jenis Kaligesing dan budidaya bebek petelur.
“Untuk kambing perah, saat ini kami memiliki 10 ekor dan sudah mampu menghasilkan sekitar 11 liter susu per hari. Ini membuktikan kambing Kaligesing juga dapat diambil susunya dengan hasil yang hampir sama dengan jenis kambing perah lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan, kambing Kaligesing selama ini dikenal sebagai ternak unggulan dari wilayah perbukitan Kaligesing yang memiliki kualitas genetik baik. Melalui program tersebut, pihaknya tidak hanya berorientasi pada produksi susu, tetapi juga berupaya menjaga kemurnian genetik kambing lokal tersebut.
“Kami berharap sebagai wilayah penghasil bibit kambing Kaligesing, dapat ikut mempertahankan dan melestarikan genetiknya,” ujarnya.
Selain pengembangan kambing perah, BUMDes Tawang Sari juga mengelola usaha bebek petelur yang ditempatkan di wilayah dataran tinggi Kaligesing. Meski berada di kawasan dengan suhu relatif dingin, produksi telur dinilai tetap stabil.
Menurut dia, pengembangan usaha peternakan tersebut diharapkan menjadi contoh pemanfaatan Dana Ketahanan Pangan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (Fzi)











