KOTA MALANG – Semangat toleransi beragama di Kota Malang kembali tercermin dalam pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Seabad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana. Kegiatan berskala nasional tersebut diperkirakan berdampak pada aktivitas sejumlah tempat ibadah di sekitar lokasi, termasuk gereja. Namun demikian, dukungan justru datang dari pihak gereja yang berada di kawasan terdampak.
Berdasarkan pantauan portal-indonesia.net di lapangan, sejumlah gereja menyatakan sikap terbuka dan mendukung penuh agenda besar warga Nahdliyyin tersebut. Salah satunya Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kota Malang.
Ketua Majelis GKJW Kota Malang, Pendeta Nathael Hermawan Prianto, menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa terganggu dengan pelaksanaan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana. Sebaliknya, gereja justru siap berkontribusi demi kelancaran acara.
“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan Harlah Seabad NU. Jika halaman gereja diperlukan sebagai tempat transit atau untuk kebutuhan lain, kami siap membantu,” ujar Pdt. Nathael, Sabtu (07/02/2026).
Ia menambahkan, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan dan kemanusiaan yang terbuka bagi semua kalangan.
Dalam rangka menyukseskan acara yang direncanakan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pihak GKJW juga melakukan penyesuaian jadwal ibadah Minggu. Penyesuaian tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh jemaat.
“Kami sudah menyampaikan kepada jemaat terkait penyesuaian jadwal ibadah. Ini bagian dari komitmen kami menjaga kebersamaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, GKJW Kota Malang juga menyepakati pemanfaatan halaman gereja sebagai area parkir kendaraan jamaah. Bahkan, gereja tersebut disiapkan sebagai lokasi transit bagi sekitar 1.000 jamaah yang akan mengikuti Mujahadah Kubro.
“Intinya, toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Malang sudah terbangun dengan sangat baik dan tidak perlu diragukan lagi,” pungkas Pdt. Nathael.
(Junaedi)











