Portal DIY

Generasi Muda Ngaglik Kukuhkan Forum Lintas Agama ‘Realita Lima’

Portal Indonesia
×

Generasi Muda Ngaglik Kukuhkan Forum Lintas Agama ‘Realita Lima’

Sebarkan artikel ini

 

​SLEMAN – Generasi muda di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman-D.I. Yogyakarta mengukuhkan Organisasi Remaja Lintas Agama dan Lintas Masyarakat (Realita Lima) pada Sabtu (7/2/2026). Wadah ini dibentuk sebagai langkah nyata pemuda dalam merawat nilai-nilai kebinekaan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

​Organisasi ini menjadi unik karena anggotanya merangkul berbagai latar belakang, mulai dari Remaja Gereja Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Islam, hingga penganut Aliran Kepercayaan yang berdomisili di wilayah Ngaglik.

​Keberagaman Sebagai Anugerah

​Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro menekankan perbedaan bukanlah hambatan, melainkan kehendak Tuhan yang harus dirayakan. Ia berharap Realita Lima menjadi “monumen hidup” bagi kerukunan di Sleman.

Menurutnya perbedaan itu bukan kesalahan, tetapi kehendak Tuhan. “Kehadiran organisasi ini membuktikan bahwa kesadaran untuk hidup rukun di Ngaglik masih sangat kuat,” ujar Wawan.

​Inisiasi dari Sisi Keamanan

​Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto SH MH, yang merupakan penggagas organisasi ini menjelaskan pembentukan Realita Lima sangat krusial di tengah modernisasi wilayah Ngaglik. Penerima anugerah Riyanto Award 2025 tersebut menyebutkan moderasi beragama adalah kunci menjaga stabilitas sosial.

​”Dengan adanya kerukunan dan dialog lintas iman, tugas kami menjaga keamanan dan ketertiban akan jauh lebih ringan. Persatuan adalah fondasi utama pembangunan daerah,” tegas AKP Yuliyanto.

​Peluncuran Platform Digital

​Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Realita Lima yang memuat komitmen menjag Pancasila dan kedaulatan NKRI. ​Menghormati perbedaan dan menolak segala bentuk kekerasan/kebencian. Selain itu membangun ruang dialog damai demi kemanusiaan.

Tak hanya bergerak di lapangan, organisasi ini juga resmi meluncurkan situs realitalima.com. Website tersebut diproyeksikan menjadi media edukasi publik mengenai toleransi, budaya dan kehidupan sosial lintas iman di era digital.

Acara pengukuhan dihadiri pula  jajaran Forkopimkap Ngaglik, Danramil Ngaglik Kapten Inf Mustafa, Kepala KUA Ngaglik Handoyo SAg, serta tokoh agama dari berbagai elemen seperti DMI, Anshor, dan Banser (bams)

Baca Juga:
Kader Gerindra Sleman Terjun ke Kali Boyong, Realisasikan Intruksi Prabowo