Portal Jatim

GM-FKPPI Desak Bonus Atlet Porprov Jatim 2025 Segera Dibayarkan, Kantor Wali Kota Pasuruan Didatangi Massa

Redaksi
×

GM-FKPPI Desak Bonus Atlet Porprov Jatim 2025 Segera Dibayarkan, Kantor Wali Kota Pasuruan Didatangi Massa

Sebarkan artikel ini
Puluhan massa GM-FKPPI Pasuruan berorasi di depan Kantor Wali Kota Pasuruan menuntut realisasi bonus atlet Porprov Jatim 2025.

PASURUAN – Puluhan massa dari Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM-FKPPI) Pasuruan mendatangi Kantor Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/3) pagi. Mereka menuntut kejelasan dan realisasi bonus bagi atlet berprestasi di ajang Porprov Jatim 2025.

Aksi tersebut juga diikuti sejumlah perwakilan pelatih dari salah satu cabang olahraga. Massa menyuarakan kekecewaan terhadap Pemerintah Kota Pasuruan yang dinilai tidak memberikan penghargaan yang layak kepada atlet yang telah mengharumkan nama daerah.

Dalam orasinya, Ketua GM-FKPPI Pasuruan, Ayi Suhaya, menyebut pemerintah daerah telah ingkar janji. Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk wanprestasi terhadap para atlet.

“Saya katakan ini sebagai bentuk wanprestasi terhadap atlet-atlet Kota Pasuruan yang berprestasi. Padahal negara kita tanpa generasi muda, mau jadi apa kalau yang berprestasi seperti ini tidak dihargai? Kasihan, karena mereka sudah mengharumkan nama Kota Pasuruan,” tegas Ayi di hadapan massa aksi.

Tak hanya berorasi, massa juga mengirimkan karangan bunga ke kantor wali kota sebagai simbol kritik. Aksi itu dimaksudkan agar pemerintah lebih serius memperhatikan kesejahteraan atlet sekaligus kondisi ekonomi masyarakat secara umum.

Sebagai bentuk solidaritas, sebagian peserta aksi bahkan melakukan penggalangan dana di tepi jalan. Langkah tersebut disebut sebagai simbol keprihatinan terhadap nasib atlet berprestasi yang dinilai belum memperoleh haknya secara layak.

Selain menyoroti persoalan bonus, Ayi juga menyinggung janji pemerintah terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut janji tersebut tidak selaras dengan kondisi riil di lapangan.

“Lalu yang kedua, janji-janji terkait peningkatan ekonomi masyarakat, saya katakan nonsense alias omong kosong. Kita lihat banyak masyarakat kita yang menganggur, golek sandang pangan angel (mencari sandang pangan susah). Ini yang harus dipikirkan, jangan hanya pencitraan saja,” ujarnya usai menyampaikan orasi.

Baca Juga:
Dugaan Suap Rp50 Juta Program MBG Guncang DPRD Sulbar, Oknum Legislator Dilaporkan

Terkait bonus atlet dan pelatih, Ayi mendesak Pemerintah Kota Pasuruan segera menunaikan komitmen yang telah disampaikan sebelumnya. Menurutnya, para atlet adalah aset daerah yang telah membawa nama baik Kota Pasuruan di bidang olahraga.

“Tuntutan kita terkait bonus bagi atlet berprestasi termasuk untuk pelatihnya mohon selesaikan, karena mereka adalah aset yang mengharumkan nama Kota Pasuruan terutama di bidang olahraga,” katanya.

Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada jajaran pemerintah daerah, termasuk wali kota, Disparpora, dan KONI, agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Kami atas nama masyarakat Kota Pasuruan meminta baik kepada Wali Kota, Disparpora atau KONI, kalau memang tidak mampu menjalankan roda pemerintahan dan kebijakannya tidak pro rakyat, silakan mengundurkan diri. Sekian terima kasih,” pungkasnya.

Setelah menyampaikan tuntutan dan melakukan aksi teatrikal singkat, massa GM-FKPPI Pasuruan membubarkan diri secara tertib dan kembali ke rumah masing-masing.