Portal Jatim

Hanya Dapat Nasi Dua Bungkus, Warga Korban Banjir Kalianget Bertahan Tanpa Kepastian

Redaksi
×

Hanya Dapat Nasi Dua Bungkus, Warga Korban Banjir Kalianget Bertahan Tanpa Kepastian

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO — Dampak banjir yang melanda wilayah Kp. Krajan RT 01 RW 01 Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, menyisakan pilu mendalam bagi warganya. Salah satu korban terdampak adalah Bu Hatija (65), seorang lansia yang kini kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, serta harus bertahan hidup bersama cucunya yang yatim piatu.

Akibat banjir, rumah Bu Hatija/ B.Eko dilaporkan sudah tidak layak ditempati. Selama beberapa hari terakhir, ia bersama cucunya terpaksa tidur di sekitar SPBU Kalianget dan warung warga, tanpa kepastian tempat tinggal maupun penghasilan. Sebelumnya, Bu Tija menggantungkan hidup dari usaha warung kecil yang kini rata akibat terjang banjir.

Ironisnya, hingga saat ini bantuan yang diterima keluarga tersebut sangat minim. Bu Tija mengaku hanya menerima dua bungkus nasi, sementara kebutuhan lain seperti tempat tinggal sementara, logistik berkelanjutan, dan bantuan ekonomi belum tersentuh.

“Saya cuma dapat nasi dua bungkus. Rumah sudah tidak bisa ditempati, warung juga rusak parah. Sekarang tidur di SPBU, Kadang di warung tetangga. Saya sudah tidak punya penghasilan, cucu saya juga sudah yatim piatu,” ungkap Bu Tija dengan suara lirih.

Kondisi tersebut turut disaksikan langsung oleh Abdul Aziz, seorang aktivis sosial yang kebetulan bertemu Bu Tija di sekitar SPBU Kalianget. Ia mengaku sangat terpukul mendengar cerita korban banjir yang hingga kini belum mendapatkan penanganan layak.

“Saya sangat sedih melihat kondisi Bu Hatija dan keluarganya. Rumahnya tidak bisa ditempati, hidupnya sudah sangat sulit, tapi yang terjadi hanya didata dan difoto oleh Ketua RT dan Babinsa. Setelah itu, tidak ada tindak lanjut yang nyata,” ujar Abdul Aziz.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan lemahnya respons cepat terhadap korban banjir yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat dan berkelanjutan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak yatim piatu.

Baca Juga:
Balita Penderita Atresia Bilier di Probolinggo Butuh Uluran Tangan untuk Transplantasi Hati

Abdul Aziz secara tegas mendesak Bupati Situbondo untuk turun langsung ke lokasi agar melihat kondisi warga secara nyata, bukan hanya melalui laporan administratif.

“Saya minta Mas Bupati Situbondo turun langsung. Ini bukan soal laporan di atas kertas, ini soal kemanusiaan. Dinas terkait harus segera hadir, jangan biarkan warga tidur di SPBU dan warung tanpa kepastian hidup,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinas Sosial, BPBD, dan instansi terkait untuk segera memberikan bantuan konkret, mulai dari tempat tinggal sementara, bantuan logistik yang layak, hingga program pemulihan ekonomi bagi korban banjir.

Abdul Aziz berharap pemerintah daerah maupun pihak swasta dapat segera mengulurkan bantuan kepada Bu Tija dan korban banjir lainnya di Kalianget, agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat.

“Negara harus hadir. Jangan sampai korban banjir hanya dijadikan objek foto, tapi dilupakan setelah itu,” pungkasnya.