Portal DIY

Harga Kebutuhan Pokok di Sleman Stabil Jelang Iduladha 2026, Pemkab Siapkan Operasi Pasar

Portal Indonesia
×

Harga Kebutuhan Pokok di Sleman Stabil Jelang Iduladha 2026, Pemkab Siapkan Operasi Pasar

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat masih relatif stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai merah keriting, tercatat mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat menjelang Iduladha.

“Secara umum, stabilitas harga pangan di Sleman pada pekan keempat Mei 2026 dibandingkan pekan sebelumnya masih cukup terjaga. Mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng curah, tepung terigu, hingga daging sapi relatif stabil,” ujarnya di Sleman, Selasa (26/5/2026).

Pemantauan dilakukan di delapan pasar rakyat yang menjadi barometer harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman, yakni Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok, serta Pasar Cebongan.

Berdasarkan hasil pemantauan, cabai merah keriting menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, mencapai 19,58 persen. Selain itu, harga Minyakita juga mengalami kenaikan sebesar 5,17 persen, diikuti bawang merah 2,41 persen, cabai rawit merah 1,5 persen, cabai merah besar 0,85 persen, minyak goreng kemasan premium 0,56 persen, kedelai impor 0,13 persen, dan kedelai lokal 0,11 persen.

Di sisi lain, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga. Bawang putih honan tercatat turun 1,97 persen, daging ayam ras turun 0,61 persen, sementara cabai rawit hijau, bawang putih kating, dan telur ayam ras turun sekitar 0,21 persen menjadi Rp25.375 per kilogram.

Mae Rusmi menegaskan, Pemkab Sleman terus memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, serta pelaku logistik guna memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar selama momentum Iduladha.

Baca Juga:
BMKG DIY Prediksi Hujan Ringan di Sleman dan Kulonprogo Selama Tiga Hari ke Depan

Menurutnya, apabila terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) siap melakukan intervensi melalui operasi pasar.

“Operasi pasar disiapkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran. Kami juga terus memantau ketersediaan dan distribusi Minyakita di pasar-pasar tradisional di Sleman,” katanya.

Langkah antisipatif tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang perayaan Iduladha 2026. (Brd)