SLEMAN – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmennya terus memperkuat peran perempuan dalam kehidupan keluarga, Gereja, dan masyarakat melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 WKRI yang dipusatkan di Kabupaten Sleman, Sabtu (27/6/2026).
Mengusung tema “Melanjutkan Langkah Harapan, Merawat Rahim Kehidupan demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat karya pelayanan organisasi perempuan Katolik yang telah hadir lebih dari satu abad di Indonesia.
Ketua Presidium WKRI DPD DIY, Restituta Sri Widiastuti, mengatakan usia 102 tahun bukan sekadar perjalanan panjang sebuah organisasi, melainkan bukti konsistensi perempuan Katolik Indonesia dalam menjaga harapan, memperkuat keluarga, dan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya102 berarti selama ini pula perempuan Katolik Indonesia hadir sebagai penjaga harapan, penguat keluarga, sekaligus penggerak perubahan. “Hari ini kita tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga merayakan komitmen untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.
Tema “Merawat Rahim Kehidupan” memiliki makna yang luas. Rahim tidak hanya dipahami sebagai tempat tumbuhnya kehidupan manusia, tetapi juga sebagai simbol ruang yang aman, penuh kasih, serta tempat pembentukan karakter generasi masa depan.
Ia menambahkan, konsep “rahim kehidupan” juga harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama. Kerusakan lingkungan, hilangnya kawasan hijau, serta pencemaran tanah, air, dan udara dinilai menjadi ancaman nyata bagi kehidupan generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Restituta turut menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih menjadi tantangan bersama, mulai dari meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan, kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga krisis nilai di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, perempuan berdaya tidak hanya diukur dari perannya sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan anak. Akan tetapi juga dari kemampuannya berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, kepemimpinan, hingga pelestarian lingkungan.
“Perempuan harus memiliki kesempatan dan akses untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Di saat yang sama, kita juga mempunyai tanggung jawab memastikan anak-anak terlindungi, termasuk dari berbagai ancaman yang muncul di era digital,” katanya.
Karena itu, WKRI mengajak seluruh anggotanya untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memahami perkembangan zaman sekaligus memiliki kewaspadaan terhadap berbagai ancaman baru yang dihadapi keluarga dan anak-anak.
Selain memperkuat kualitas anggota, WKRI juga menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan nyata di tengah masyarakat. Restituta berharap organisasi perempuan Katolik tersebut tidak hanya dikenal memiliki tata kelola yang baik, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kami mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk memperkuat karya pelayanan yang konkret dan berdampak positif. Kehadiran kita harus membawa manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
WKRI DIY juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan Gereja, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Di internal organisasi, seluruh anggota diajak menjaga persatuan dan semangat kebersamaan agar visi pelayanan dapat diwujudkan melalui karya nyata yang menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan HUT ke-102 WKRI di Sleman turut dihadiri para penasihat rohani, pengurus WKRI dari berbagai daerah, unsur Pemerintah Daerah DIY dan Kabupaten Sleman, organisasi kemasyarakatan Katolik, serta tamu dari Kalimantan Tengah yang hadir sebagai Sahabat Hati WKRI. Kehadiran para tamu tersebut menjadi simbol kuatnya jejaring dan semangat kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Restituta mengajak seluruh anggota WKRI untuk meneruskan langkah harapan yang telah dirintis para pendahulu melalui aksi nyata, memperkuat solidaritas, memperjuangkan keadilan, dan menjadi terang di lingkungan masing-masing.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga akan menjadi kuat. Ketika anak terlindungi, masa depan bangsa akan terjaga,” pungkasnya (bams)











