SLEMAN – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Sleman siap menyambut lonjakan pemudik dan wisatawan pada momen libur Lebaran 2026. Kesiapan ini tidak hanya difokuskan pada kelancaran arus kunjungan, tetapi juga memaksimalkan peluang ekonomi melalui sektor pariwisata, kuliner, hingga investasi.
Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menegaskan bahwa Sleman terbuka luas bagi siapa saja baik pemudik, wisatawan, maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis.
“Sleman siap menerima kedatangan masyarakat dari berbagai daerah. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku UMKM untuk memastikan aktivitas ekonomi berjalan optimal selama Lebaran,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Strategis disiapkan maksimal di
Berbagai sektor secara menyeluruh, mulai dari pasar tradisional, pusat kuliner, transportasi, hingga destinasi wisata unggulan. Upaya ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman berkesan bagi para pengunjung.
Momentum mudik Lebaran dinilai sebagai peluang strategis untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Kadin Sleman pun telah memetakan potensi UMKM dan titik-titik wisata yang diprediksi ramai dikunjungi wisatawan.
“Kami berharap arus mudik ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi warga,” tambah Yudi.
Kadin Sleman juga mengimbau para pelaku usaha untuk menjaga kualitas produk, menetapkan harga secara wajar, serta mengedepankan pelayanan yang ramah.
Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat citra Sleman sebagai destinasi yang nyaman.
Sleman dikenal memiliki beragam destinasi unggulan yang menjadi magnet wisata. Wisata alam seperti Gunung Merapi dan kawasan Kaliurang selalu menjadi favorit pengunjung.

Selain itu, wisata budaya seperti Candi Prambanan juga menjadi daya tarik utama. Ditambah lagi, kekayaan kuliner lokal seperti jadah tempe, kopi klotok, hingga olahan salak semakin melengkapi pengalaman wisata.
Pengunjung yang berwisata di kawasan Kaliurang juga dapat singgah di pusat oleh-oleh seperti Jogkem untuk belanja produk khas daerah Sleman.
“Kami mengajak wisatawan untuk tidak hanya berkunjung, tetapi juga menikmati dan mendukung produk lokal Sleman,” kata Yudi.
Selain sektor wisata, Sleman juga menawarkan peluang investasi yang menjanjikan. Pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus meningkat menjadikan wilayah ini sebagai destinasi potensial bagi para investor.
“Kami membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha dan UMKM lokal untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat,” tegasnya.
Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, optimis tingkat hunian hotel selama libur Lebaran 2026 akan mengalami peningkatan signifikan.
“Sleman memiliki keunggulan karena menawarkan paket wisata lengkap, mulai dari alam, budaya, kuliner, hingga fasilitas akomodasi yang memadai,” ungkap Andhu.
Pelaku industri perhotelan dan restoran pun telah melakukan berbagai persiapan, termasuk peningkatan layanan dan penyediaan paket wisata keluarga.
Imbauan Pesan Akomodasi Lewat Kanal Resmi
Untuk menghindari penipuan, wisatawan diimbau memesan akomodasi melalui platform terpercaya atau langsung ke pihak hotel.
“Lebih aman melakukan pemesanan melalui kanal resmi atau website anggota PHRI Sleman yaitu www.phrisleman.com,” jelas Andhu. (Brd)











