Portal Jabar

Macan Ali Nuswantara Kembali Terlibat Pengawalan Thudong Waisak 2026

Portal Indonesia
×

Macan Ali Nuswantara Kembali Terlibat Pengawalan Thudong Waisak 2026

Sebarkan artikel ini

 

CIREBON – Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE yang jatuh pada 31 Mei 2026, tradisi ritual Thudong kembali digelar di Indonesia.

Sejumlah biksu dari berbagai negara akan melakukan perjalanan spiritual dengan berjalan kaki menuju lokasi perayaan Waisak di Jawa Tengah.
Tradisi Thudong menjadi perhatian publik sejak pertama kali melintas di Indonesia pada 2023.

Saat itu, para biksu berjalan kaki dari Thailand melewati Malaysia dan Singapura sebelum tiba di Indonesia menuju Candi Borobudur.

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, mengatakan pihaknya kembali terlibat dalam pengawalan kegiatan Thudong tahun ini.

Menurutnya, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara sejak awal ikut mendukung perjalanan para biksu saat memasuki Indonesia.

Keterlibatan komunitas Muslim asal Cirebon tersebut sempat menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan nilai toleransi antarumat beragama.

“Thudong masuk ke Indonesia tahun 2023 dan kami ikut membuka jalur serta mendampingi perjalanan para biksu dari Thailand sampai ke Borobudur,” kata Prabu Diaz, Jumat (15/5/2026).

Ia menyebut, perjalanan spiritual para biksu yang dikawal komunitas Muslim dari Cirebon mendapat perhatian luas hingga mancanegara.

Menurutnya, momen tersebut menjadi simbol persaudaraan lintas agama di tengah situasi konflik global yang terjadi di sejumlah negara.

Pada Thudong 2023, puluhan biksu berjalan kaki ribuan kilometer menuju Candi Borobudur dan tiba bertepatan dengan puncak perayaan Waisak pada 31 Mei 2023. Perjalanan itu ramai diberitakan media dan menjadi perbincangan di media sosial.

Tradisi serupa kembali berlangsung pada 2025 dengan rute dan konsep perjalanan yang sama menuju Borobudur.

Sementara untuk Thudong 2026, para biksu dijadwalkan melakukan perjalanan spiritual dari kawasan Candi Agung Sima di Jepara menuju Candi Sewu di Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga:
Ketua DPRD Sleman Tinjau Aksi Donor Darah di Gereja St Crisostomus Pojok

Prabu Diaz mengatakan, sebanyak 130 anggota Macan Ali dan pasukan pengawal yang disebut Panji Hitam dari Cirebon akan diterjunkan untuk mendampingi perjalanan para biksu hingga perayaan Waisak berlangsung.

Selain itu, pengawalan juga akan dibantu anggota Macan Ali dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timurb yang akan bergabung di setiap kota yang dilalui rombongan Thudong.

“Kami ingin memastikan perjalanan para biksu berjalan aman dan lancar sampai puncak perayaan Waisak,” ujarnya. (wan)