Berita

Menjelang HUT Bhayangkara Ke-80, Ini Sejarah Asal Usul Nama Bhayangkara yang Berakar dari Kerajaan Majapahit

Redaksi
×

Menjelang HUT Bhayangkara Ke-80, Ini Sejarah Asal Usul Nama Bhayangkara yang Berakar dari Kerajaan Majapahit

Sebarkan artikel ini

KOTA MALANG – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, menarik untuk menelusuri sejarah di balik nama Bhayangkara yang kini menjadi identitas Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ternyata, istilah tersebut telah ada jauh sebelum Polri berdiri dan berasal dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Nama Bhayangkara erat kaitannya dengan sosok Patih Gajah Mada, mahapatih legendaris Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Jayanegara. Tokoh yang dikenal melalui Sumpah Palapa atau Amukti Palapa itu membentuk satuan pasukan khusus bernama Bhayangkara.

Pasukan elite tersebut memiliki tugas utama mengawal keselamatan raja beserta keluarga kerajaan. Berdasarkan buku Gajah Mada: Pemersatu Bangsa karya Muhammad Yamin, Pasukan Bhayangkara beranggotakan 15 prajurit pilihan yang berada langsung di bawah komando Patih Gajah Mada.

Secara etimologis, kata Bhayangkara berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna pelindung. Dalam pengertian lain, istilah itu juga dapat dimaknai sebagai sosok yang disegani atau ditakuti karena keberanian dan ketegasannya.

Dalam catatan sejarah, Pasukan Bhayangkara beberapa kali berhasil menggagalkan pemberontakan serta menghadapi serangan dari kerajaan lain. Kesetiaan, keberanian, dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan kerajaan menjadi salah satu simbol pengawal negara yang dikenang hingga kini.

Nilai-nilai tersebut kemudian menginspirasi Kepolisian Republik Indonesia untuk mengadopsi nama Bhayangkara sebagai identitas dan lambang pengabdian dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Memasuki usia ke-80 tahun pada 1 Juli 2026, nama Bhayangkara tidak hanya menjadi simbol institusi Polri, tetapi juga menjadi pengingat akan warisan sejarah Nusantara yang berakar dari kejayaan Kerajaan Majapahit.

Baca Juga:
Polresta Sidoarjo Gelar Kerja Bakti Serentak, Dorong Budaya Lingkungan Kerja Bersih