Portal Jateng

Merti Jaladri Jatimalang 2026 Berlangsung Semarak, Wabup Dion: Tradisi Lestari, Wisata Pantai Dewaruci Kian Bersinar

Portal Indonesia
×

Merti Jaladri Jatimalang 2026 Berlangsung Semarak, Wabup Dion: Tradisi Lestari, Wisata Pantai Dewaruci Kian Bersinar

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Jatimalang, Suwarto (kiri) saat acara Merti Jaladri Jatimalang 2026 (dok)

PURWOREJO – Tradisi adat Merti Jaladri 2026 kembali digelar dengan penuh khidmat dan semarak di kawasan Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Senin (6/7/2026).

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati kawasan pantai untuk mengikuti prosesi budaya yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan rezeki dari laut sekaligus doa bersama demi keselamatan para nelayan dan seluruh pelaku usaha di kawasan pantai.

Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, menjelaskan bahwa Merti Jaladri merupakan tradisi turun-temurun yang telah dilestarikan masyarakat selama kurang lebih 25 tahun dan rutin diselenggarakan setiap bulan Suro.

“Merti berarti memperingati, sedangkan Jaladri berarti laut. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan melalui laut, sekaligus doa agar para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai senantiasa diberikan keselamatan,” ujarnya.

Tahun ini, semangat kebersamaan masyarakat tercermin dari terkumpulnya lebih dari 80 tumpeng yang berasal dari berbagai elemen, mulai kelompok nelayan, pemilik perahu, pedagang, perangkat RT, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah kecamatan hingga sejumlah instansi terkait.

Prosesi yang paling dinanti adalah larung tumpeng ke laut menggunakan tumpeng milik Kelompok Nelayan Jati Mulyo. Berbeda dengan tumpeng lainnya, tumpeng tersebut berisi hasil bumi sebagai simbol penghormatan kepada alam sekaligus bentuk rasa syukur atas keberkahan yang selama ini diberikan laut kepada masyarakat pesisir.

“Kami mencari rezeki dari laut, sehingga yang kami larung adalah hasil bumi sebagai bentuk penghormatan dan timbal balik kepada alam. Sementara tumpeng lainnya diperebutkan masyarakat sebagai simbol berbagi berkah dan mempererat rasa syukur bersama,” jelas Suwarto.

Rangkaian Merti Jaladri tahun ini berlangsung selama tiga hari, sejak Sabtu hingga Senin. Beragam kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya penampilan marching band, pameran produk UMKM, pembagian bibit tanaman, lomba anak-anak, pentas kreativitas pelajar SMP se-Kecamatan Purwodadi, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menjadi penutup rangkaian perayaan.

Baca Juga:
Buka Jetis Cup 2026, Wabup Dion Dorong Kolaborasi Tingkatkan Kembali Potensi Wisata Pesisir

Puncak acara turut dihadiri Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, yang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Jatimalang beserta seluruh masyarakat atas komitmennya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

“Merti Jaladri merupakan wujud nyata nguri-uri budaya adiluhung yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk rasa syukur yang sarat makna dan harus terus dilestarikan sebagai identitas budaya masyarakat,” katanya.

Menurut Dion, penyelenggaraan Merti Jaladri tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah, khususnya kawasan Pantai Dewaruci.

“Selama tiga hari pelaksanaan, kunjungan wisatawan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Apabila terus dikemas secara kreatif dan profesional, saya optimistis Merti Jaladri akan menjadi agenda budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara untuk datang ke Purworejo,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen mendukung penyelenggaraan tradisi budaya melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta organisasi perangkat daerah terkait.

“Yang memiliki hajat adalah desa, sedangkan pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan promosi pariwisata. Semoga Merti Jaladri terus lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Purworejo dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

Perpaduan antara nilai budaya, spiritualitas, kebersamaan masyarakat, serta pesona alam Pantai Dewaruci kembali menjadikan Merti Jaladri Jatimalang 2026 sebagai magnet wisata budaya yang tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata dan UMKM.

Tradisi yang terus hidup ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu berkembang menjadi aset daerah yang bernilai, berdaya saing, dan membanggakan. (Fzi)