Portal Jakarta

Momen Hangat Bukber Lintas Agama di KWI

Portal Indonesia
×

Momen Hangat Bukber Lintas Agama di KWI

Sebarkan artikel ini

 

​JAKARTA – Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) menggelar acara Buka Puasa Bersama Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Gedung KWI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Dalam tausiyahnya, Ibu Bangsa tersebut menekankan pentingnya refleksi diri di tengah berbagai bencana dan tantangan demokrasi yang melanda tanah air.

​Istri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyampaikan bencana yang terjadi dapat dimaknai dalam tiga hal: peringatan, ujian, atau hukuman dari Allah.

​Karena bencana merupakan peringatan, maka Shinta mengajak mohon petunjuk agar diberi ketajaman pikiran untuk memahaminya. “Jika itu ujian, marilah kita lalui dengan sebaik-baiknya agar naik derajat. Namun, jika itu hukuman, marilah kita bertobat dan meningkatkan iman agar hukuman segera diangkat,” tutur Shinta di hadapan tokoh lintas agama dan kaum duafa.

​Soroti Kondisi Bangsa

​Di hadapan ratusan hadirin, Shinta juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sosial dan politik saat ini. Mengusung tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi”, ia menyoroti tindakan para pengampu hukum dan negara yang justru meresahkan masyarakat.

​”Banyak perbuatan atau tindakan yang justru membuat rakyat lebih menderita. Di bulan suci ini, mari kita memohon agar segala pelanggaran yang menyengsarakan rakyat segera dihentikan,” tegasnya.

​Simbol Persaudaraan

​Acara ini menjadi momen bersejarah karena untuk kedua kalinya dalam sejarah satu abad KWI, lantunan ayat suci Al-Qur’an, musik hadroh, dan tarian sufi bergema di gedung tersebut.

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup KAJ) dan Mgr. Antonius Subianto OSC (Ketua Presidium KWI) mempertegas komitmen Gereja Katolik dalam merawat kebinekaan.

​Sekretaris Komisi HAK KWI, Romo Aloys Budi Purnomo Pr, menyatakan momentum ini adalah wujud nyata persaudaraan sejati tanpa diskriminasi.

Baca Juga:
Baksos dan Bukber, Brimob C Pelopor Brigade Rider Tebar Kepedulian di Desa Lurah

​“Di tengah konflik dunia, kita bertekad membangun jembatan persaudaraan. Buka bersama ini adalah ruang perjumpaan interreligius dengan semangat belarasa demi terwujudnya kerukunan dan kedamaian,” ujar Romo Budi.

​Berbagi dengan Kaum Duafa

​Tidak hanya dihadiri para tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, hingga organisasi lintas iman lainnya, acara ini juga merangkul kaum duafa. Sebanyak ratusan paket berkat Ramadan dan sembako Idul Fitri dibagikan kepada komunitas anak yatim, petugas kebersihan, janda, tukang parkir, hingga karyawan kantor.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “Sahur Keliling” 2026 yang dilakukan Shinta Nuriyah ke berbagai pelosok daerah untuk menyapa warga dan mempererat toleransi antarumat beriman (*/bams)