MAMUJU – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di TK Aisyiyah Axuri, Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, mendapat perhatian setelah sejumlah siswa tidak menyantap makanan yang dibagikan pada 9 Februari 2026. Dugaan sementara menyebutkan nasi yang disajikan belum matang sempurna.
Salah seorang siswa menyampaikan bahwa makanan tersebut tidak dikonsumsi karena tekstur nasi masih keras.
“Nasinya tidak masak kata ibu guru,” ujar seorang siswa di sekolah, 9 Februari 2026.
Menanggapi hal itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Rimuku mengakui adanya kendala pada distribusi perdana program tersebut. Kepala SPPG Rimuku, Yani Sahran, menjelaskan bahwa paket makanan dengan kualitas nasi yang kurang baik tidak dibagikan kepada siswa.
“Untuk awal distribusi kemarin memang ada sedikit kendala di lapangan. Terkait TK Aisyiyah itu sudah koordinasi dengan PIC sekolah dan tidak dibagikan beberapa paket yang kurang masak nasinya,” ujar Yani melalui pesan WhatsApp, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menambahkan, komunikasi antara dapur MBG dan pihak sekolah segera dilakukan guna mencegah kendala serupa terulang pada hari berikutnya.
“Kendala kemarin terjadi saat awal beroperasi. Antara dapur dan sekolah langsung dikomunikasikan dan alhamdulillah berjalan lancar sampai hari berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Koordinator SPPG Kabupaten Mamuju, Awaluddin, mengaku telah menerima laporan terkait penyaluran perdana tersebut. Ia pun langsung menginstruksikan jajaran SPPG untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Penyaluran perdana memang saya dapat informasi terkait makanan yang disalurkan itu, dan langsung saya suruh kepala SPPG dan beberapa stafnya untuk atensi langsung ke TK itu,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat 20 Februari 2026.
Awaluddin menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar operasional prosedur menjadi hal mutlak dalam pelaksanaan program. Mulai dari proses pemilihan bahan baku hingga pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan harus dilakukan secara ketat.
“Kepala SPPG dan staf harus mematuhi SOP yang ada. Pemilihan bahan baku harus disortir dengan baik. Kami sudah MoU dengan supplier, jika bahan baku tidak layak maka wajib dikembalikan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi awal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan konsumsi, sehingga tujuan program untuk meningkatkan asupan nutrisi anak dapat tercapai secara optimal.











