Portal DIY

Patung St. Yusuf Arimatea Diterima Paus Leo XIV, Berkah Luar biasa bagi Brata Gallery

Portal Indonesia
×

Patung St. Yusuf Arimatea Diterima Paus Leo XIV, Berkah Luar biasa bagi Brata Gallery

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA — Patung Santo Yusuf Arimatea buatan Brata Gallery Yogyakarta berhasil mengukir sejarah usai diterima langsung oleh Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, di Vatikan pada Rabu (25/3/2026). Peristiwa bersejarah ini tidak hanya mewujudkan impian almarhum pendiri galeri, tetapi juga mendatangkan berkat tak terduga bagi keberlangsungan galeri seni tersebut.

​Pemilik Brata Gallery, Niko Harahap Tanubrata, mengaku terkejut sekaligus terharu atas pencapaian ini. Kehadiran patung di tangan Paus merupakan bentuk pemenuhan hajat lama mendiang ayahnya yang sebelumnya dianggap sulit terwujud.

​”Jika papa masih hidup, ia pasti sangat terharu karena patung buatan Brata Gallery diterima langsung oleh Paus Leo XIV. Sebenarnya ini keinginan papa yang sudah lama. Ini merupakan pemenuhan keinginan papa,” ujar Niko saat ditemui di galerinya belum lama ini.

​Berawal dari Pesanan PWKI Tanpa Referensi

​Pembuatan patung St. Yusuf Arimatea bermula pada Agustus 2025 lalu. Pendiri Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), AM Putut Prabantoro, memesan patung tersebut setelah saudaranya mendapat vision untuk mempersembahkan patung Yusuf Arimatea ke Vatikan.

​Proses pembuatan patung ini terbilang unik dan penuh tantangan. Niko dan staf penggambarnya, Rosalinda Widjajanto, mengaku baru pertama kali membuat figur sosok yang memakamkan Yesus Kristus tersebut. Tanpa adanya referensi fisik patung sebelumnya, proses desain murni mengandalkan sketsa kasar, deskripsi lisan, bantuan AI, serta metode trial and error hingga 5—6 kali revisi tanah liat.

​Setelah melalui proses panjang, patung tersebut akhirnya dibawa ke Vatikan oleh rombongan delegasi PWKI dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dalam rangka penandatanganan penggunaan bahasa Indonesia secara resmi oleh Vatikan.

​Mendatangkan “Banjir” Pesanan Istimewa

​Menyusul kabar penyerahan patung yang viral di berbagai media, Brata Gallery langsung dibanjiri respons positif. Niko mengungkapkan usai peristiwa di Vatikan tersebut, pihaknya mendadak menerima pesanan sangat istimewa dari seorang pemesan asal Bandung.

Baca Juga:
Sabtu Libur Panjang, Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan Dipadati Penumpang

​Pesanan tersebut berupa pembuatan patung serial Jalan Salib 14 stasi berukuran tinggi 180 cm untuk rumah pribadi. Menariknya, pemesan menyetujui usulan Niko untuk menambah sosok St. Yusuf Arimatea pada stasi ke-13 (adegan Pieta).

​”Orang tersebut memesan patung untuk rumah pribadi dan langsung menyetujui usulan saya. Apakah ini bagian dari efek diterimanya patung Yusuf Arimatea oleh Paus Leo, saya tidak tahu. Tapi ini luar biasa dan mungkin memang sudah jalan Tuhan,” tambah Niko.

​Kejadian ini turut dirasakan sebagai mukjizat oleh Rosalinda Widjajanto. Staf beragama Kristen Protestan yang bertanggung jawab langsung atas teknis pembuatan patung ini mengaku teringat akan sebuah ayat Kitab Suci.

​”Saya seperti diingatkan satu ayat: apa yang tidak pernah terlintas di hati kita, justru itu yang diberikan kepada kita. Waktu packing kami hanya tahu dibawa ke Vatikan untuk museum, tidak menyangka sampai di tangan Paus,” ungkap Linda.

​Kini, setelah karya patungnya diterima di Takhta Suci Vatikan—menyusul patung Maria Bunda Segala Suku yang juga pernah digunakan saat Misa Agung Paus di Jakarta—Niko dan Linda menyimpan satu impian baru. Mereka berharap suatu hari nanti dapat melangkah langsung ke Vatikan dan berkesempatan beraudiensi dengan Paus Leo XIV (bams)