SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mengapresiasi kecerdasan dua pelajar SMPN I Turi yang telah berhasil menciptakan alat deteksi makanan. Untuk itu Pemkab Sleman membuka peluang dukungan terhadap upaya pengembangan alat pendeteksi makanan tersebut untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sleman.
Sebagai langkah awal, Pemkab Sleman akan melihat lebih jauh hasil penelitian dan pengujian alat tersebut, termasuk kemungkinan menyiapkan skema pembiayaan untuk pengembangannya.
Alat yang diciptakan siswa kelas 9B SMPN I Turi, Abyan Syahlefi dan Pradipta Widhi Nugroho tersebut memang mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kedua siswa tersebut melakukan riset selama sekitar lima bulan dan menghabiskan biaya sekitar Rp500.000 yang diperoleh dari urunan siswa bersangkutan.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., mengatakan inovasi tersebut merupakan contoh positif pembelajaran yang mendorong siswa untuk kreatif dan berani mencari solusi terhadap persoalan di sekitarnya.
Menurut Mustadi, karya tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Namun, sebelum diarahkan untuk digunakan di sekolah lain, diperlukan pengujian yang lebih komprehensif untuk memastikan tingkat akurasi dan kelayakannya.
“Kalau nanti hasil uji laboratorium menyatakan layak, tentu bisa kita pikirkan pengembangannya. Pelaksanaanyapun harus lintas sektor karena ada aspek penelitian, kelayakan, pengembangan sampai kemungkinan penerapannya,” ujarnya.
Mustadi mengatakan mengenai pembiayaan juga menjadi bagian yang perlu dipikirkan. Karena pembuatan alat tersebut masih mengandalkan urunan siswa bersangkutan. Untuk pengembangan berikutnya, Pemkab akan melihat kemungkinan sumber pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan.
“Untuk keberlanjutan nanti kita lihat skemanya. Apakah memungkinkan menggunakan dana BOS atau ada skema lain. Ini harus kita kaji aturan dan kebutuhannya,” katanya.
Mustadi menambahkan, pengembangan karya siswa tidak hanya membutuhkan dukungan pembiayaan, tetapi juga pendampingan penelitian dan pengujian. Karena itu, jika alat tersebut dinilai layak, pengembangannya dapat melibatkan sejumlah pihak, termasuk Bappeda dari sisi perencanaan dan inovasi serta dari dinas kesehatan untuk melihat dari aspek keakuratan kesehatanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa juga memberi apresiasi terhadap kreativitas Abyan dan Pradipta. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan cara pandang yang positif dari pelajar dalam menyikapi persoalan MBG.

Ketika banyak pihak sibuk mengkritisi kasus keracunan MBG, kata Danang, kedua siswa justru mencoba mencari solusi melalui penelitian.
“Saya sangat bangga. Ketika banyak orang sibuk menghujat karena adanya kasus keracunan MBG, anak-anak ini justru diam-diam mencoba mencari solusi dengan menciptakan alat detektor MBG,” kata Danang.
Danang menilai karya tersebut tidak cukup hanya diapresiasi. Pemerintah perlu hadir untuk membantu mencari jalan agar inovasi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.
“Ini karya yang luar biasa. Tidak cukup hanya kita apresiasi, tetapi kita harus hadir untuk bersama-sama mencari cara pemecahan masalahnya,” ujarnya.
Meski demikian, Danang mengingatkan agar proses pengembangan tetap dilakukan secara hati-hati. Sebuah inovasi harus memberikan manfaat sekaligus mampu meminimalkan risiko ketika nantinya digunakan masyarakat.
Menurutnya, alat karya siswa tersebut saat ini masih merupakan salah satu indikator dalam mendeteksi kondisi makanan. Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah indikator yang digunakan sudah memadai atau masih perlu ditambah.
“Yang penting inovasi itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan risikonya bisa diminimalkan. Ini kan salah satu indikator, masih perlu diteliti apakah sudah cukup atau masih ada hal lain yang harus diperiksa,” katanya.
Hingga kini Pemkab Sleman belum menetapkan langkah konkret untuk menerapkan alat tersebut di sekolah-sekolah. Pemerintah masih menunggu hasil pengujian lebih lanjut sebagai dasar menentukan bentuk dukungan dan pengembangannya.
Namun, baik Mustadi maupun Danang menilai karya tersebut menunjukkan potensi yang patut mendapat ruang.
Pemerintah daerah berharap semangat penelitian dan kreativitas seperti yang ditunjukkan Abyan dan Pradipta terus tumbuh di lingkungan sekolah. (Brd)











