SLEMAN- Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menemukan puluhan warganya yang terjangkit penyakit campak pada awal tahun 2026.
“Meski demikian, warga tak perlu cemas, karena tingginya cakupan vaksinasi campak di Sleman mampu memberikan perlindungan yang cukup bagi masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama,” Selasa (10/3/2026).
Menurut Cahya, hingga pekan ke-9 tahun 2026 terdapat ratusan laporan kasus suspek campak. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang terkonfirmasi sebagai kasus positif.
“Suspek campak di Sleman jumlahnya memang mencapai ratusan. tetapi. yang positif campak hanya 33 kasus,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa data tersebut merupakan laporan sementara yang dihimpun hingga Maret 2026.
Meski begitu, Dinkes Sleman masih akan melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan keakuratan data kasus yang dilaporkan.
“Ini data tahun 2026. Namun memang perlu dicek kembali. Data ini sampai minggu ke-9 tahun ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa secara umum kondisi perlindungan masyarakat Sleman terhadap campak sebenarnya cukup baik. Hal ini terlihat dari tingginya cakupan vaksinasi campak yang telah melampaui standar minimal yang ditetapkan dalam program imunisasi nasional.
Menurutnya, cakupan vaksinasi campak di Kabupaten Sleman saat ini telah mencapai lebih dari 95 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mendapatkan imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah.
“Kesadaran warga Sleman untuk mengimunisasikan anaknya terhadap berbagai penyakit, termasuk campak cukup tinggi. Sehingga berbagai permasalahan kesehatan di Sleman juga cepat tertangani” tegas Cahya. (Brd)











