KOTA MALANG – Semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diwujudkan Rumah Sedekah NU Malang dengan menyembelih puluhan hewan kurban dan menyalurkan ratusan paket daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Rumah Sedekah NU Malang, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jumat (29/5/2026), melibatkan berbagai mitra dan relawan dalam proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
Inisiator Rumah Sedekah NU Malang, KH Noor Shodiq Askandar, mengatakan pada Idul Adha tahun ini pihaknya menyembelih dua ekor sapi dan 20 ekor kambing. Sebagian hewan kurban tersebut berasal dari para donatur, warga, serta mitra yang mempercayakan penyalurannya melalui Rumah Sedekah NU.
“Sebagian hewan kurban ini berasal dari sedekah warga dan mitra kami. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlahnya mengalami peningkatan,” ujar KH Noor Shodiq.
Menurutnya, makna Idul Adha tidak semata-mata berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Daging kurban yang telah diproses kemudian disalurkan kepada kaum dhuafa, fakir miskin, komunitas binaan, serta para relawan yang selama ini aktif mendampingi berbagai kegiatan sosial.
“Momentum ini mengajarkan kita untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial. Karena itu, daging kurban kami prioritaskan bagi kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Agar penyaluran berjalan tepat sasaran, Rumah Sedekah NU Malang juga melibatkan sejumlah relawan yang telah mengenal kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
“Dengan bantuan para relawan, kami optimistis distribusi daging kurban dapat menjangkau penerima yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
KH Noor Shodiq menjelaskan, pihaknya menerapkan prosedur khusus dalam menerima hewan kurban dari masyarakat maupun lembaga. Salah satunya dengan memastikan akad yang digunakan sesuai syariat.
“Ketika ada warga atau instansi yang menyerahkan hewan, kami selalu menanyakan akadnya terlebih dahulu. Sebab, kurban dan sedekah memiliki ketentuan yang berbeda,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, KH Noor Shodiq juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momen memperkuat solidaritas dan keikhlasan dalam berbagi.
Ia mencontohkan keteladanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebelum akhirnya digantikan dengan seekor hewan kurban.
“Jika Allah memberikan kelebihan rezeki, mari kita sisihkan untuk berkurban. Selain sebagai ibadah, kurban juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan sesama,” pungkasnya.











