SIDOARJO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak di Kantor Pusat YPPP Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, Jalan Brigjen Katamso II, Waru, Sidoarjo, Jumat (7/8/2026).
Berbeda dari perayaan kemerdekaan pada umumnya, suasana kali ini diwarnai keceriaan para pasien yang tengah menjalani proses rehabilitasi ketergantungan narkoba. Mereka mengikuti sejumlah perlombaan khas Agustusan dengan penuh antusias.
Berbagai permainan sederhana digelar, mulai dari makan kerupuk, memindahkan karet gelang hingga menjepit balon. Meski terlihat ringan, setiap perlombaan mampu menghadirkan suasana hangat dan menjadi ruang bagi para pasien untuk berinteraksi satu sama lain.
Tawa dan tepuk tangan terdengar saat peserta berusaha menyelesaikan tantangan masing-masing. Dalam lomba makan kerupuk, misalnya, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan.
Permainan tersebut tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga menuntut kesabaran dan kemampuan mengatur gerakan. Sementara lomba memindahkan karet gelang menguji konsentrasi serta ketangkasan peserta dalam mengikuti aturan permainan hingga mencapai garis akhir.
Keseruan juga terlihat dalam lomba menjepit balon. Peserta harus menjaga balon tetap berada di posisi yang ditentukan sembari bergerak menyelesaikan tantangan. Permainan sederhana itu pun menjadi sarana menciptakan suasana akrab di lingkungan YPPP Al Kholiqi.
Pimpinan Yayasan Al Kholiqi, H. Kholiq atau yang akrab disapa Gus Choliq, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan bersama seperti ini penting untuk membangun semangat dan kepercayaan diri pasien selama menjalani proses rehabilitasi.
“Kami ingin para pasien merasakan bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, bersosialisasi, dan menatap masa depan. Perjalanan rehabilitasi memang membutuhkan proses, tetapi yang terpenting adalah kemauan untuk berubah dan terus berjuang untuk pulih,” ujar Gus Choliq.
Ia menilai momentum kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas bagi mereka yang sedang menjalani rehabilitasi. Semangat terbebas dari penjajahan dapat dimaknai sebagai dorongan untuk melepaskan diri dari ketergantungan narkoba.
“Kemerdekaan jangan hanya kita maknai sebagai bebas dari penjajahan. Bagi mereka yang sedang menjalani rehabilitasi, kemerdekaan juga bisa dimaknai sebagai perjuangan untuk terbebas dari ketergantungan narkoba. Kami berharap mereka bisa bangkit, percaya diri, dan nantinya kembali ke keluarga serta masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik,” ucapnya.
Bagi para pasien, perlombaan 17 Agustus bukan semata-mata soal siapa yang menjadi pemenang. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, belajar disiplin, sekaligus menikmati kebersamaan di tengah proses rehabilitasi.
Memulihkan diri dari ketergantungan bukan perjalanan yang singkat. Dibutuhkan kemauan untuk berubah, kedisiplinan mengikuti program rehabilitasi, serta dukungan dari keluarga, pendamping dan lingkungan sekitar.
Karena itu, keceriaan yang muncul dalam perayaan HUT ke-81 RI di YPPP Al Kholiqi memiliki arti tersendiri. Di balik perlombaan sederhana dan sorak-sorai peserta, tersimpan proses membangun kembali keyakinan diri dan keberanian untuk menatap masa depan.
Semangat kemerdekaan pun menjadi pengingat agar para pasien tidak terus terbelenggu oleh masa lalu. Mereka didorong untuk mempertahankan proses pemulihan, meninggalkan ketergantungan narkoba, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Pada akhirnya, kemenangan bagi pasien rehabilitasi bukan hanya tentang membawa pulang hadiah dari perlombaan.
Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika mereka mampu mempertahankan proses pemulihan, terbebas dari ketergantungan, kembali percaya diri, dan berani menata kehidupan yang lebih baik.











