KOTA MALANG — Dalam rangka meningkatkan perlindungan keselamatan penumpang angkutan umum, Satlantas Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur menggelar ramp check armada bus di Terminal Tipe A Arjosari hingga garasi Perusahaan Otobus (PO), Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang menjadi tahapan awal menuju Ops Ketupat Semeru 2026 selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.
Ramp check dilaksanakan bersama petugas Kementerian Perhubungan Darat dan didampingi Dinas Perhubungan Kota Malang. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan kesiapan kendaraan dan awak bus sebelum meningkatnya mobilitas masyarakat.
Pelaksanaan ramp check dimulai usai gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 pada Senin (2/2/2026) dan terus berlanjut hingga saat ini. Sasaran pemeriksaan mencakup seluruh klasifikasi bus, mulai dari Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), hingga angkutan dalam kota.
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, menegaskan bahwa ramp check merupakan bentuk komitmen Polri untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan meminimalkan fatalitas korban.
“Ramp check ini adalah wujud keseriusan kami dalam melindungi penumpang. Kami pastikan kendaraan yang beroperasi laik jalan, awak bus dalam kondisi sehat, serta kelengkapan administrasi terpenuhi, sehingga potensi kecelakaan bisa dicegah sejak awal,” ujar AKP Rio.
Ia menambahkan, pemeriksaan tidak hanya difokuskan di terminal, tetapi juga menyasar garasi PO dan travel di wilayah Kota Malang. Langkah ini dinilai penting mengingat lonjakan aktivitas transportasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kami ingin masyarakat merasa aman sejak sebelum berangkat. Keselamatan perjalanan dimulai dari kesiapan kendaraan dan pengemudinya,” tegasnya.
Di lokasi, AKP Rio didampingi Kanit Kamsel Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Juana Gita, melakukan pemeriksaan detail. Selain mengecek kondisi fisik armada, petugas juga memeriksa kesehatan awak bus, termasuk sopir, kondektur, dan kernet, serta kelengkapan dokumen seperti SIM, STNK, KIR, dan izin trayek.
Armada yang dinyatakan memenuhi standar keselamatan kemudian diberi stiker khusus ramp check sebagai tanda laik jalan.
Iptu Juana Gita menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara komprehensif untuk memastikan faktor kendaraan dan manusia sama-sama aman.
“Kami tidak hanya menilai kondisi bus, tetapi juga pengemudinya. Sopir yang sehat dan kendaraan yang layak adalah kunci utama mencegah kecelakaan serta mengurangi fatalitas di jalan,” jelasnya.
Adapun aspek teknis yang diperiksa meliputi sistem pengereman, lampu, ban, wiper, alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca (safety hammer), hingga perlengkapan P3K.
Selain ramp check, Polresta Malang Kota juga menggencarkan sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 kepada sopir angkutan kota, pengemudi ojek daring, serta pelajar melalui berbagai kegiatan edukatif, termasuk program Polisi Sambang Sekolah.
Melalui langkah preventif yang berkelanjutan ini, Polresta Malang Kota berharap potensi kecelakaan dapat ditekan sejak hulu, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 hingga Ops Ketupat Semeru 2026. (Junaedi)











