Portal Jatim

Sabet Ranking IX Reog Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo di FNRP XXXI: Misi Suci Nguri-Uri Budaya

Andre Prisna P
×

Sabet Ranking IX Reog Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo di FNRP XXXI: Misi Suci Nguri-Uri Budaya

Sebarkan artikel ini
Kepala SMAN 2 Ponorogo menerima piala dan piagam penghargaan FNRP ke-XXXI

PONOROGO – Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-XXXI sukses digelar dalam serangkaian perayaan Grebeg Suro tahun 2026.

Tak kalah konsistennya, Reog Kridha Taruna SMA Negeri 2 Ponorogo berhasil menyabet ranking IX Penyaji Terbaik pada ajang FNRP ke-XXXI ini.

Pun, secara simbolis Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid S.Pd, M.Pd menerima piala dan piagam penghargaan Penyaji Terbaik peringkat IX pada FNRP ke-XXXI. Bertempat di panggung utama alun-alun Ponorogo, Senin (15/6/2026) malam.

Reog Kridha Taruna SMADA Ponorogo harus bersaing ketat dengan 32 peserta lain. Tak hanya reog dari Ponorogo, namun juga (reog) dari DKI Jakarta, Surakarta, Surabaya, hingga Wonogiri.

Tentunya, penampilan reog Kridha Taruna dibawakan kurang lebih 100 siswa-siswi SMAN 2 Ponorogo, mulai dari jathilan, warok, bujangganong, Prabu Klonosewandono hingga 6 dadak merak.

Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid S.Pd, M.Pd mengaku cukup bangga atas torehan yang dicapai anak didiknya melalui penampilan reog Kridha Taruna.

“Jika tahun kemarin ranking IV, Alhamdulillah tahun ini kita masih bisa konsisten kembali menyabet juara Penyaji Terbaik Ranking IX,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, capaian ini tentunya hasil manis atas kerja keras, dedikasi dan pelatihan secara intens. Para siswa-siswi ‘digenjot’ latihan kurang lebih selama 3 bulan. Serta persiapan lebih matang berkat adanya ekstrakulikuler (ekskul) kesenian reog SMAN 2 Ponorogo.

“Hal ini juga menjadi bukti jika kualitas dan talenta anak didik kita diakui secara nyata di kancah Nasional,” imbuhnya.

Selain itu, keikutsertaan Reog Kridha Taruna dalam setiap gelaran prestisius ini FNRP bukan hanya semata-mata berburu piala, namun juga lebih menjalankan misi suci melestarikan dan ‘nguri-uri’ kesenian budaya asli Ponorogo.

“Jika bukan generasi muda, lalu siapa lagi yang akan melestarikannya (kesenian reog). SMADA Ponorogo tak hanya berkomitmen dalam mengejar nilai akademik, namun juga membentuk anak didik yang bangga terhadap identitas seni dan budaya,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Polisi Tangkap Spesialis Pencurian Kotak Amal yang Beraksi di 26 TKP di Ponorogo