Portal DIY

Pria 58 Tahun Meninggal di Sleman, Polisi: Sempat Mengaku Baru Ikut Unjuk Rasa

Portal Indonesia
×

Pria 58 Tahun Meninggal di Sleman, Polisi: Sempat Mengaku Baru Ikut Unjuk Rasa

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN – Seorang pria berinisial SHSN (58), warga Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, meninggal dunia di kawasan Jalan Laksda Adisucipto Km 7,5, tepatnya di samping timur Ruko Pusat Oleh-oleh Putri Kembar, Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (30/7/2026) siang.

Korban ditemukan setelah sebelumnya datang ke lokasi seorang diri mengendarai sepeda motor dengan kondisi tubuh terlihat lemas dan pucat.

Melihat kondisi tersebut, seorang warga berinisiatif memberikan air minum dan mengoleskan minyak kayu putih untuk membantu memulihkan kondisi korban.

Tak lama berselang, korban tiba-tiba mengalami kejang. Warga kemudian meminta bantuan petugas medis. Namun saat ambulans tiba di lokasi, korban telah dinyatakan meninggal dunia.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan berdasarkan keterangan salah seorang saksi, korban sempat menyampaikan bahwa dirinya baru selesai mengikuti kegiatan unjuk rasa di sekitar Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Meski demikian, Argo menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas keterangan yang disampaikan korban kepada saksi sebelum meninggal dunia dan belum dapat dikaitkan sebagai penyebab kematian.

“Informasi tersebut merupakan keterangan yang disampaikan korban kepada saksi sebelum meninggal dunia. Penyebab pasti kematian masih berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas,” ujar Argo.

Usai menerima laporan, personel Polsek Depok Barat bersama Tim Inafis Polresta Sleman dan tenaga medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan pemeriksaan medis di lokasi, korban diduga meninggal dunia akibat kondisi kesehatan atau kelelahan.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.

Baca Juga:
Pembangunan Gedung Mapolda DIY di Godean Resmi Dimulai

Iptu Argo Anggoro mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan saat beraktivitas. Menurutnya, apabila merasa tubuh tidak fit atau mengalami kelelahan berlebihan, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. (Brd)