BANYUMAS – PT Sinar Tambang Arthalestari (STAR) atau Semen Bima terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Di tengah ancaman krisis air bersih akibat musim kemarau, perusahaan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas.
Penyaluran air bersih tersebut mulai dilakukan sejak 23 Juli 2026 dengan menyasar sejumlah wilayah, di antaranya Desa Sawangan, Darmakradenan, Pancasan, dan Kracak.
HRGA (Human Resources & General Affairs) PT STAR Semen Bima, Dedi, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Penyaluran air bersih dilakukan Tim CSR dengan menyasar wilayah terdampak krisis air bersih,” kata Dedi kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk respons perusahaan terhadap kondisi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional PT STAR.
PT STAR Semen Bima beroperasi di Jalan Raya Ajibarang-Wangon KM 4, Kabupaten Banyumas. Perusahaan memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta ton semen per tahun dan menjadi salah satu perusahaan dengan kapasitas produksi besar di wilayah Banyumas.
Produk yang dipasarkan perusahaan antara lain Semen Bima dan Semenku. Semen Bima antara lain digunakan untuk kebutuhan konstruksi skala besar seperti pembangunan infrastruktur dan jembatan, sementara Semenku dikembangkan sebagai produk yang lebih ramah lingkungan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dorong Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan
Tak hanya menyalurkan bantuan ketika terjadi persoalan sosial maupun lingkungan, PT STAR mulai mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dinilai memiliki dampak jangka panjang.
Enam desa menjadi wilayah binaan atau mitra perusahaan, yakni Desa Tipar, Kracak, Darmakradenan, Sawangan, Pancasan, dan Karangbawang.
Tim CSR PT STAR juga memiliki koordinator desa yang bertugas membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Sekarang mulai digeser dari donasi bantuan ke pemberdayaan. Karena pemberdayaan lebih berkelanjutan,” ujar Dedi.
Sejumlah program pemberdayaan yang telah berjalan di antaranya melibatkan masyarakat dalam kegiatan katering hingga pekerjaan penutupan terpal. Untuk kebutuhan katering, perusahaan menggandeng kelompok PKK dari enam desa sekitar.
Ke depan, PT STAR tengah menyusun program pemberdayaan yang lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat. Perusahaan juga berencana menggandeng perguruan tinggi untuk membantu melakukan kajian sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memiliki manfaat berkelanjutan.
Serap Tenaga Kerja Lokal
Kontribusi PT STAR terhadap wilayah sekitar juga terlihat dari penyerapan tenaga kerja. Dari total sekitar 453 karyawan perusahaan, sekitar 78 persen berasal dari wilayah sekitar.
Selain tenaga kerja langsung, perusahaan juga melibatkan pekerja melalui sistem kontraktor. Sekitar 181 orang tercatat bekerja melalui kontraktor PT MJP, sementara tenaga keamanan melibatkan PT Paladin dengan sekitar 90 persen pekerjanya merupakan warga lokal.
Keberadaan perusahaan juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas operasional turut mendorong tumbuhnya usaha pendukung seperti warung makan, jasa katering, hingga rumah kontrakan.
Dengan demikian, kehadiran PT STAR tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi semen, tetapi juga berupaya membangun hubungan ekonomi dan sosial dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui penyaluran air bersih dan penguatan program pemberdayaan, PT STAR Semen Bima menyatakan komitmennya untuk terus membangun kemitraan dengan masyarakat di enam desa binaan, sekaligus mendorong agar manfaat keberadaan perusahaan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan. (trs)











