Portal Jateng

Tingkatkan Kualitas Gula Kelapa Batuanten, Tim Riset Faperta Unsoed Dampingi Petani Penderes

Portal Indonesia
×

Tingkatkan Kualitas Gula Kelapa Batuanten, Tim Riset Faperta Unsoed Dampingi Petani Penderes

Sebarkan artikel ini

 

BANYUMAS  – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar program pemberdayaan dan peningkatan mutu produksi bagi petani penderes gula kelapa di Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Senin (21/9).

​Kegiatan yang didanai melalui skema Pengabdian Berbasis Riset LPPM Unsoed ini dipusatkan di Balai Pertemuan serta rumah produksi Kelompok Tani Nira Sari Murni milik H. Masykur dan Khotoh.
​Ketua Tim Pengabdian Unsoed, Karseno, Ph.D., menyampaikan bahwa Desa Batuanten merupakan salah satu sentra gula kelapa utama di Banyumas dengan lebih dari 200 petani penderes aktif.

Dalam rantai produksinya, para petani mengolah nira menjadi gula cetak sebelum disetorkan ke rumah produksi untuk diproses kembali menjadi gula kristal.

​Namun, keragaman mutu gula cetak—terutama pada aspek warna dan tingkat kekerasan—masih menjadi tantangan utama.

​”Beberapa petani yang hanya mengambil nira sekali dalam sehari cenderung menggunakan laru (pengawet alami nira) dalam jumlah lebih banyak. Hal ini menyebabkan warna gula yang dihasilkan menjadi lebih gelap,” ujar Karseno yang didampingi anggota tim: Dr. Mustaufik, Dr. Isti Handayani, dan Dr. Pepita Haryanti.

Gula hasil penggunaan pengawet nira alamai TANGKIS

​Penerapan Teknologi Tepat Guna

​Untuk mengatasi persoalan tersebut, Tim Unsoed menghadirkan solusi komprehensif berbasis teknologi tepat guna melalui empat pilar pendampingan:
​Edukasi Standar Produksi: Penerapan tata cara pengolahan gula kelapa bermutu.

​Pengawetan Nira Terstandar:

Penggunaan pengawet alami nira merek “Tangkis”—produk inovasi hasil riset Unsoed—dengan formula dan dosis yang tepat.

​Manajemen Pascapanen: Teknik pengemasan dan penyimpanan guna menjaga ketahanan produk.

​Penguatan Kapasitas Kelompok: Tata kelola kelembagaan petani yang lebih terstruktur.

Karseno menambahkan, uji coba (demplot) yang dilakukan bersama petani menunjukkan perubahan mutu yang signifikan.

Gula kelapa yang semula berwarna gelap kini menghasilkan warna cokelat kekuningan dengan tekstur yang lebih keras dan kokoh.

Apresiasi dari Kelompok Tani

​Ketua Kelompok Tani Nira Sari Murni, H. Masykur, menyambut positif intervensi teknologi dan edukasi yang diberikan oleh akademisi Unsoed tersebut.

Menurutnya, materi yang disampaikan sangat praktis dan memberikan dampak langsung pada kualitas hasil panen.

​”Sebelumnya mutu gula yang disetor anggota kami sangat beragam. Setelah didampingi dan diajari takaran laru ‘Tangkis’ yang tepat, hasilnya jauh lebih bagus.

Warna dan kekerasannya kini sudah memenuhi standar mutu yang kami tetapkan,” kata Masykur.

​Sebagai langkah keberlanjutan, Tim Pengabdian Faperta Unsoed berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan secara berkala.

Fokus tahap berikutnya akan diarahkan pada konsistensi mutu produk, edukasi dapur sehat, serta peningkatan sanitasi dan higienitas produksi di tingkat penderes. (Sugi)