Portal Jatim

Madas Serumpun Tegaskan Dukungan kepada Polres Probolinggo, Tolak Aksi Premanisme Berkedok Organisasi

Redaksi
×

Madas Serumpun Tegaskan Dukungan kepada Polres Probolinggo, Tolak Aksi Premanisme Berkedok Organisasi

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO – Dukungan terhadap penegakan hukum di Kabupaten Probolinggo disampaikan jajaran Madura Asli Daerah Anak Serumpun (Madas). Ketua Madas Serumpun, H. Samsul A., bersama Sekretaris DPC Madas Probolinggo Raya, Agus Cahyono, serta sejumlah pengurus mendatangi Mapolres Probolinggo, Senin (2/11/2026).

Kunjungan tersebut merupakan inisiatif internal organisasi sebagai bentuk dukungan kepada kepolisian menyusul peristiwa yang terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu. Rombongan yang mewakili tujuh DPC Madas se-Jawa Timur itu diterima langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S.

Dalam pertemuan tersebut, H. Samsul menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin nama institusi Polri dilecehkan oleh tindakan oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Ia memastikan Madas bersama masyarakat mendukung langkah kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

“Kami tidak ingin penegakan hukum dikalahkan oleh oknum-oknum preman. Kami tetap menjunjung tinggi penegakan hukum. Hukum adalah kekuatan yang paling utama untuk menjaga ketertiban dan keamanan,” tegas H. Samsul.

Selain menyampaikan dukungan, kedatangan pengurus Madas juga bertujuan memberikan klarifikasi mengenai identitas dan penggunaan atribut organisasi. Samsul menegaskan bahwa Madas yang dimaksud adalah Madura Asli Daerah Anak Serumpun dan tidak ada organisasi lain dengan identitas yang sama.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan tindakan kerusuhan atau pelanggaran hukum yang mengatasnamakan Madas.

“Apabila masyarakat menemukan informasi kerusuhan yang dilakukan dan mengatasnamakan Madas, kami mohon untuk melaporkan kepada kepolisian dan juga memberitahu kepada pengurus Madas di Probolinggo Raya. Karena Madas hanya satu, Madura Asli Daerah Anak Serumpun,” ujarnya.

Samsul juga menjelaskan bahwa keberadaan Madas selama ini diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan menciptakan ketakutan. Sejumlah kegiatan sosial telah dilakukan, mulai dari pelayanan pengobatan gratis, penyediaan mobil ambulans siaga, pemberian tanah wakaf seluas 1.000 meter, pembagian sembako hingga santunan anak yatim.

Baca Juga:
Polres Probolinggo Sabet Peringkat II IKPA Terbaik Semester II 2025 dari KPPN Bondowoso

“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tapi untuk memberikan kebaikan. Kami memohon kepada pihak kepolisian untuk terus melakukan penegakan hukum sesuai aturan dan melakukan penindakan tegas apabila ada yang melanggar hukum,” tambahnya.

Melalui Sekretaris DPC Agus Cahyono, Samsul turut menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa yang terjadi. Menurutnya, kejadian tersebut berpotensi mencoreng nama baik masyarakat Madura secara luas.

Ia menilai etika dan adab merupakan karakter utama yang harus dijaga oleh masyarakat Madura. Oleh sebab itu, setiap persoalan semestinya diselesaikan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum maupun pemerintah, bukan dengan tindakan yang memicu keributan.

“Orang Madura itu karakternya yang paling utama adalah etika dan adab. Kami selalu mengutamakan koordinasi kepada penegak hukum dan pemerintah. Itu baru langkah kami. Jadi kami sangat menyayangkan kejadian kemarin,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan jajaran Madas kepada kepolisian.

Ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada penyidik untuk mendalami perkara yang terjadi. Kepolisian, kata dia, berkomitmen mengungkap persoalan tersebut secara terang dan menyampaikan perkembangan penanganannya.

“Terima kasih sudah memberi kepercayaan kepada kami untuk menegakkan hukum. Kami terima amanah ini. Beri waktu kepada pihak kepolisian dalam proses penyelidikan untuk membuat terang perkara ini. Bagaimana perkembangannya akan kami update dan follow up lebih lanjut,” ujar AKBP Rizki.

Mengenai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres memastikan seluruh personel akan diberdayakan sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari Satuan Lalu Lintas, Reserse Kriminal hingga satuan lainnya.

Namun, ia menekankan bahwa upaya menjaga situasi tetap kondusif tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan bersama, sebagaimana instruksi Kapolri.

Baca Juga:
Kapolda Sumsel Ikuti Rapim Polri 2026, Fokus Penguatan Kamtibmas dan Penegakan Hukum

“Polisi tidak sendirian. Apapun yang dilakukan kepolisian adalah untuk mendukung kondusifitas keamanan dan ketertiban di wilayah kita. Kita negara hukum, bukan negara preman,” tegasnya.

Kapolres juga menyebut pihaknya akan menjadikan kejadian sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Pendalaman terhadap kondisi di lapangan serta penerapan manajemen risiko akan dilakukan agar langkah pengamanan ke depan lebih tepat dan tidak mengganggu aktivitas maupun kepentingan masyarakat.

“Jika ada peristiwa serupa, tentu kita akan mendalami situasinya dan menyiapkan manajemen risiko. Langkah yang tepat adalah bagaimana kepentingan masyarakat tidak terganggu. Kami akan terus berbenah,” tutupnya.