MAJENE – Angin puting beliung menerjang Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga di Lingkungan Karewaca dan Sasende mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat dari Camat Malunda, Muslimin, hujan disertai angin mulai melanda kawasan tersebut sekitar pukul 14.30 WITA.
Kondisi cuaca kemudian memburuk hingga angin puting beliung menerjang permukiman warga sekitar pukul 15.00 WITA. Hujan dilaporkan mulai mereda setengah jam kemudian, sekitar pukul 15.30 WITA.
Dari informasi sementara, sekitar 55 rumah warga diperkirakan terdampak bencana tersebut. Namun, angka itu masih bersifat sementara karena aparat setempat masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan terdampak sekaligus tingkat kerusakannya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menekankan pentingnya percepatan penanganan, koordinasi lintas instansi, serta pemutakhiran data agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana agar penanganan bencana dilakukan secara responsif, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan warga.
BPBD Kerahkan Tim Reaksi Cepat
Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Majene langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) menuju lokasi bencana.
Laporan kejadian juga telah diteruskan kepada BPBD Provinsi Sulawesi Barat. Selanjutnya, koordinasi dilakukan bersama BPBD Kabupaten Majene dan Camat Malunda untuk memantau perkembangan situasi serta menghimpun informasi terbaru mengenai dampak bencana.
Hingga laporan ini disusun, proses pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan masih berlangsung. Petugas BPBD Kabupaten Majene juga telah menuju lokasi untuk membantu penanganan dan melakukan asesmen lanjutan.
Sementara itu, nilai kerugian material akibat kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena proses inventarisasi kerusakan masih berjalan.
Terpal hingga Makanan Siap Saji Dibutuhkan
Selain pendataan kerusakan, kebutuhan warga terdampak juga menjadi perhatian dalam koordinasi penanganan bencana.
Sejumlah kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi terpal, selimut, makanan siap saji, dan tenda pengungsian.
Kebutuhan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyaluran bantuan lanjutan dengan menyesuaikan hasil asesmen serta kondisi masyarakat di lokasi terdampak.
BPBD Sulbar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat agar proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.











