Portal DIY

Angkutan Barang KAI Daop 6 Naik 17 Persen di Januari 2026

Portal Indonesia
×

Angkutan Barang KAI Daop 6 Naik 17 Persen di Januari 2026

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mengawali tahun 2026 dengan catatan kinerja positif. Pada periode Januari 2026, volume angkutan barang tercatat mencapai 29.970 ton, atau mengalami kenaikan sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 25.520 ton.

​Peningkatan ini menjadi sinyal kuat tumbuhnya kepercayaan pelaku usaha terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilar distribusi logistik di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

​BBM dan Parcel Penopang Utama

​Kenaikan volume angkutan ini didominasi oleh dua komoditas utama, yakni Bahan Bakar Minyak (BBM) dan layanan parcel. Berdasarkan data KAI Daop 6: ​Angkutan BBM mencapai 27.986 ton, melonjak 21 persen dari Januari 2025 (23.122 ton). ​Angkutan Parcel mencapai 1.287 ton, tumbuh 16 persen dibanding periode tahun lalu (1.105 ton). Dan komoditas lain didukung oleh Barang Hantaran Parcel (BHP) dan berbagai komoditi strategis lainnya.

​Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan peran penting kereta api dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional yang aman dan ramah lingkungan.

​”Peningkatan volume angkutan barang ini menunjukkan peran strategis KAI sebagai moda transportasi logistik yang andal dalam menopang distribusi nasional. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan ketepatan waktu pengiriman,” ujar Feni dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

​Optimisme di Sektor Logistik

​Keunggulan kereta api yang bebas macet dan memiliki kapasitas angkut besar menjadi daya tarik utama bagi mitra logistik. KAI Daop 6 pun optimistis tren positif ini akan terus berlanjut sepanjang tahun.

​Feni menambahkan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk memperkuat ekosistem logistik yang efisien.

​“Ke depan, KAI Daop 6 berkomitmen memperkuat layanan melalui inovasi agar kereta api tetap menjadi pilihan utama dalam sistem logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (bams)

Baca Juga:
Daop 6 Larang Masyarakat Ngabuburit di Jalur Kereta Api