Berita

Karang Taruna Botteng Utara Soroti Rencana Pemakaman Etnis Tionghoa

Redaksi
×

Karang Taruna Botteng Utara Soroti Rencana Pemakaman Etnis Tionghoa

Sebarkan artikel ini

MAMUJU – Rencana pembangunan area pemakaman khusus etnis Tionghoa di Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, mendapat sorotan dari warga setempat. Penolakan tersebut disampaikan Karang Taruna Desa Botteng Utara setelah melakukan peninjauan langsung di lokasi pekuburan yang berada di Dusun Salurombia, Jumat (15/5/2026).

Ketua Karang Taruna Desa Botteng Utara, Syahril Jadil, mengatakan kekhawatiran warga muncul akibat potensi dampak sosial yang dinilai dapat berkembang apabila pembangunan tetap dilaksanakan tanpa komunikasi dan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat.

Menurut Syahril, sikap yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap etnis tertentu, melainkan berkaitan dengan penataan wilayah serta kepentingan masyarakat sekitar yang perlu dipertimbangkan secara matang.

“Kami melihat perlu ada kajian ulang terkait lokasi pembangunan agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah daerah sebaiknya membuka ruang dialog secara terbuka dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebelum memutuskan kelanjutan pembangunan area pemakaman tersebut.

Selain Karang Taruna, sejumlah tokoh masyarakat di Botteng Utara juga disebut meminta pemerintah daerah meninjau kembali rencana pembangunan demi menjaga situasi sosial tetap kondusif dan mencegah potensi konflik di tengah warga.

Syahril menegaskan masyarakat Botteng Utara tetap menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarwarga. Karena itu, ia mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terpengaruh provokasi maupun isu yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dapat mencari solusi terbaik melalui dialog terbuka dengan semua pihak,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat tetap menjaga suasana damai serta mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan antarwarga,” pungkasnya.

Baca Juga:
Motif Utang Berujung Maut, Lansia di Majene Diduga Dibunuh lalu Rumah Korban Dibakar untuk Hilangkan Jejak