Portal Jatim

Kebal Teguran? Dapur MBG Pondok Kelor Beroperasi Meski IPAL Melanggar Ketentuan

Redaksi
×

Kebal Teguran? Dapur MBG Pondok Kelor Beroperasi Meski IPAL Melanggar Ketentuan

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO – Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian publik setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan standar yang berlaku.

Meski persoalan tersebut telah ditemukan dalam inspeksi lapangan, aktivitas dapur MBG diketahui masih terus berjalan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan limbah yang menjadi bagian penting dalam operasional fasilitas penyedia makanan.

Temuan itu terungkap saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh pihak terkait ke lokasi dapur MBG. Dari hasil peninjauan tersebut, sistem pengolahan dan pembuangan limbah yang digunakan dinilai belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Koordinator Wilayah Kabupaten Probolinggo, Pujo, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi IPAL yang belum sesuai ketentuan kepada pihak yang berwenang.

“Kami sudah laporkan, Pak. IPAL-nya belum standar,” ujar Pujo, Kamis (4/6/2026).

Ketidaksesuaian fasilitas pengolahan limbah itu menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak lingkungan apabila tidak segera dibenahi. Terlebih, lokasi dapur berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga sehingga pengelolaan limbah menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan.

Di sisi lain, pihak pengelola dapur MBG Pondok Kelor hingga kini belum memberikan keterangan rinci mengenai alasan operasional tetap berlangsung meskipun terdapat temuan terkait standar IPAL.

Sampai berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya langkah penindakan berupa penghentian sementara kegiatan maupun penyegelan lokasi oleh instansi yang berwenang.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas dan terukur. Warga menginginkan program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat tetap berjalan, namun harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap aturan lingkungan demi mencegah dampak yang merugikan di kemudian hari.

Baca Juga:
Menu MBG Sidodadi Diduga Tak Higienis, Ditemukan Ulat pada Jatah Balita dan Ibu Hamil