KOTA MALANG — Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana terus dilakukan Polresta Malang Kota. Sebagai langkah preventif, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana secara langsung menyerahkan peralatan tanggap bencana kepada jajaran Polsek, Kamis (5/2/2026).
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Polri dalam mitigasi bencana, sekaligus memastikan personel di tingkat kewilayahan memiliki kesiapan sarana untuk merespons kondisi darurat secara cepat dan terukur.
Sebanyak lima Polsek menerima bantuan perlengkapan tersebut, yakni Polsek Klojen, Lowokwaru, Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang. Masing-masing Polsek mendapatkan satu paket peralatan yang dapat digunakan dalam operasi penyelamatan maupun kegiatan simulasi kebencanaan.
Adapun perlengkapan yang disalurkan meliputi satu unit chainsaw, empat cangkul, empat kapak, dua linggis, dua arco, lima jas hujan, enam pasang sepatu boot, enam helm safety, dua rompi keselamatan, dua tali tie down berkapasitas tiga ton, dua senter berukuran besar, dua ban atau pelampung penyelamat, serta tali ban.
Kapolresta Malang Kota menegaskan bahwa pendistribusian alat ini bertujuan menekan potensi korban saat terjadi bencana, mengoptimalkan kehadiran personel di lapangan, serta memperkuat sinergi lintas sektor antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, kesiapan sejak dini menjadi kunci agar penanganan bencana tidak bersifat reaktif, melainkan terencana dan terkoordinasi.
“Bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Meski belum sepenuhnya ideal, bantuan ini kami harapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Polri di tingkat bawah, sehingga personel lebih siap bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mitigasi serta upaya penyelamatan,” ujar Kombes Pol. Putu Kholis.
Masih di halaman Ballroom Sanika Satyawada, ia menambahkan bahwa peralatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk latihan dan simulasi keterampilan sebagai bekal menghadapi kemungkinan terburuk di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, Kapolresta menekankan pentingnya peralatan tanggap bencana dalam upaya penyelamatan jiwa, percepatan evakuasi, perlindungan petugas, serta meminimalkan dampak kerugian akibat bencana.
“Peralatan ini sangat krusial untuk mempercepat proses penyelamatan, mengurangi risiko korban, dan mendukung penanganan darurat secara cepat dan aman. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat Polri untuk masyarakat,” pungkasnya. (Junaedi)











