YOGYAKARTA – Kejadian memilukan kembali terjadi di jalur kereta api wilayah Daop 6 Yogyakarta. Seorang anak dilaporkan tertemper KA 554 (Bandara YIA) relasi Patukan-Yogyakarta di KM 537+5, petak jalan Patukan-Yogyakarta, kawasan Gamping, Sleman, pada Rabu (4/3/2026) sore pukul 15.15 WIB.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan dan jalur KA. Hingga awal Maret 2026, setidaknya telah terjadi 7 insiden serupa di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Kronologi dan Penanganan
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan keprihatinan yang mendalam. Pasca-kejadian, korban yang merupakan seorang anak tersebut langsung ditangani dan dievakuasi oleh petugas dari Polsek Gamping.
”KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini. Jalur kereta api adalah area steril yang hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta,” ujar Feni dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).
Meskipun terjadi insiden, pihak KAI memastikan bahwa seluruh awak sarana perkeretaapian dan penumpang KA Bandara YIA dalam kondisi selamat dan aman.
Peringatan Keras
Mengingat insiden terjadi di waktu sore saat bulan Ramadan, KAI Daop 6 menyoroti bahaya aktivitas warga di sekitar rel, terutama bagi anak-anak yang sering menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa di dekat jalur kereta.
”Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas maupun ngabuburit di jalur KA. Jalur tersebut kawasan berisiko tinggi yang hanya boleh diakses petugas operasional dan perawatan prasarana,” tegas Feni.
Imbauan Keselamatan
Pihak Daop 6 meminta peran aktif orang tua dan warga sekitar untuk lebih ketat mengawasi anak-anak agar tidak bermain atau berada di dekat rel. Beberapa poin keselamatan yang ditekankan antara lain:
Dilarang bermain di jalur KA: Area tersebut bukan tempat bermain atau bersantai.
Gunakan perlintasan resmi: Jangan membuat atau menggunakan perlintasan liar.
Patuhi rambu: Kedisiplinan adalah kunci keselamatan petugas, penumpang, dan warga.
”Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kejadian tragis seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkas Feni.
KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden ini (bams)











