YOGYAKARTA – Gelaran sastra bulanan di Yogyakarta, Sastra Bulan Purnama (SBP) kembali hadir. Acara bakal dimeriahkan dengan peluncuran empat buku sekaligus yang merangkum kekayaan sastra dalam dua bahasa: Indonesia dan Jawa.
Acara bertajuk “Melati Rinonce Ruwahan Sastra di Bulan Purnama” ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 15.30 WIB, bertempat di Museum Sandi, Jl. Faridan M. Noto No. 21, Kotabaru, Yogyakarta.
Kolaborasi Sastra Lintas Bahasa
Sastra Bulan Purnama edisi kali ini memberikan panggung khusus bagi genre cerkak (cerita cekak) dan geguritan (puisi Jawa), bersanding dengan cerpen dan puisi berbahasa Indonesia. Empat buku yang akan diluncurkan adalah:
Karya Komunitas Melati Rinonce: Pandongaku Tumeka Biyung (Kumpulan Geguritan)
Saka Papan Wingit Nganti Nalika Nunggu Terange Udan (Kumpulan Cerkak)
Karya Sriyanti S. Sastroprayitno: 3. Kluwung Ing Langit Prambanan (Geguritan) 4. Ketika Musim Mangga Berbunga (Kumpulan Cerpen).
Ruang Bagi Bahasa Lokal
Koordinator SBP, Ons Untoro menegaskan komitmennya memberikan ruang setara bagi sastra Indonesia maupun sastra bahasa lokal. Sastra Indonesia dan Sastra Jawa mendapat tempat yang sama di SB. Menurutnya di Jawa masih banyak penulis yang aktif melahirkan geguritan dan cerkak, karena itu mereka perlu diberi ruang apresiasi.
Kiprah Komunitas Melati Rinonce
Peluncuran ini juga menandai usia ke-5 Komunitas Melati Rinonce yang berdiri pada 5 Februari 2022. Komunitas yang diprakarsai Ninuk Retno Raras, Windu Setyaningsih, Endang Wahyuningsih, dan Sriyanti S. Sastroprayitno ini telah produktif menghasilkan 11 buku sastra selama masa kiprahnya.
Dari total 60 anggota, sebanyak 39 penulis yang tersebar di berbagai kota—mulai dari Yogyakarta, Surabaya, Bojonegoro, hingga Kuwait—turut berkontribusi dalam buku-buku yang diluncurkan kali ini.
Bagi penikmat sastra yang ingin hadir, lokasi Museum Sandi berada di kawasan strategis Kotabaru, tepatnya di sebelah utara House of Raminten atau sebelah barat SMA Stella Duce 1 Yogyakarta. (bams)











