Portal Jatim

Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Resmi Beroperasi di Pasuruan, Dorong Kemandirian Energi Nasional

Redaksi
×

Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Resmi Beroperasi di Pasuruan, Dorong Kemandirian Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
Prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional kilang mini LNG di kawasan PIER Pasuruan.

PASURUAN — Infrastruktur energi di Jawa Timur kembali mencatat tonggak penting. Kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT Likuid Nusantara Gas resmi beroperasi di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Rabu (11/2).

Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa, sekaligus memperluas akses distribusi gas bumi dalam bentuk cair untuk kebutuhan domestik dan industri.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Wakil Bupati Pasuruan H. M. Shobih Asrori, Direktur Utama PT Likuid Nusantara Gas Wira Rahardja, perwakilan SKK Migas, HCML, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai sektor.

Pasokan gas untuk kilang ini berasal dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Gas bumi yang sebelumnya hanya disalurkan melalui jaringan pipa kini diolah menjadi LNG, sehingga distribusinya dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Gas dari Lapangan BD dialirkan dan diolah di kilang mini ini, lalu dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat,” ujar Wamen ESDM Yuliot Tanjung dalam sambutannya.

Menurut Yuliot, keberlanjutan pasokan gas dari sektor hulu menjadi kunci dalam upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Selama ini, impor tersebut dinilai membebani anggaran negara dalam jumlah besar.

Ia berharap keberadaan kilang mini LNG ini dapat menjadi solusi substitusi LPG sekaligus menciptakan efisiensi belanja subsidi energi.

“Kami harapkan fasilitas ini bisa mensubstitusi konsumsi LPG sehingga tercipta efisiensi anggaran negara,” tegasnya.

Kolaborasi antara HCML sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), SKK Migas, dan PT Likuid Nusantara Gas dipandang sebagai bentuk integrasi hulu-hilir yang strategis. Sinergi tersebut diyakini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi gas bumi di dalam negeri.

Baca Juga:
Viral Pasien Meninggal diduga Minim Edukasi, Dirut RSUD dr. R Soedarsono Beri Klarifikasi hingga Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Selain itu, proyek ini juga menggunakan teknologi pengolahan LNG dari Argentina yang disebut sebagai yang pertama diterapkan di Asia untuk skala serupa. Implementasi teknologi tersebut diharapkan menjadi model pengembangan industri migas skala kecil di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PT Likuid Nusantara Gas, Wira Rahardja, menilai kehadiran kilang mini LNG dapat membuka peluang baru dalam mewujudkan kemandirian energi, terutama bagi daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

“Likuid Nusantara Gas membantu menyediakan energi yang lebih bersih sejalan dengan kebijakan Presiden untuk menekan emisi karbon,” ujarnya.

Dengan harga yang lebih kompetitif dan berbasis produksi dalam negeri, LNG ini ditargetkan mampu melayani sektor industri kecil, perhotelan, jasa, hingga kebutuhan rumah tangga.

Peresmian kilang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wamen ESDM serta prosesi pemotongan pita di area fasilitas sebagai simbol dimulainya operasional resmi.

Manajemen perusahaan berharap kehadiran kilang mini LNG di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, dapat memicu pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut sekaligus memperluas akses energi bersih bagi pelaku usaha lokal.

“Jika fasilitas seperti ini dapat dibangun di berbagai pulau untuk kebutuhan rumah tangga dan hotel, tentu dampaknya akan sangat positif bagi masa depan energi nasional,” pungkas Wira Rahardja.

(Eko)