Portal Jatim

Komisi III DPRD Kota Pasuruan Sidak Jembatan Bok Wedi, Progres Pekerjaan Capai 73 Persen dan Lampaui Target

Redaksi
×

Komisi III DPRD Kota Pasuruan Sidak Jembatan Bok Wedi, Progres Pekerjaan Capai 73 Persen dan Lampaui Target

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan meninjau langsung proyek peninggian Jembatan Bok Wedi di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, didampingi dinas dan pihak terkait, Kamis (30/7/2026).

PASURUAN — Proyek peninggian Jembatan Bok Wedi di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, menunjukkan perkembangan positif. Hingga Kamis (30/7/2026), progres pengerjaan tercatat mencapai 73 persen atau lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 69 persen.

Perkembangan tersebut diketahui saat Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek pada Kamis pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu pengerjaan maupun kualitas pekerjaan di lapangan. Dalam peninjauan itu, anggota Komisi III turut didampingi dinas terkait serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan pengerjaan proyek berjalan lebih cepat dari rencana awal. Hal itu disampaikan setelah pihaknya berdialog langsung dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), kontraktor pelaksana, serta pengawas proyek.

“Setelah kita melihat dan ketemu dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), kontraktor pelaksana, pengawas, kami yakin bahwa jembatan ini jauh lebih cepat dari yang direncanakan,” ujar Suci Mardiko yang akrab disapa Mas Koko.

Menurutnya, peninggian Jembatan Bok Wedi merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi dampak banjir yang selama ini kerap mengganggu kawasan tersebut, khususnya saat musim penghujan maupun ketika terjadi banjir kiriman dari wilayah hulu.

“Ini diadakan salah satunya untuk menanggulangi dampak banjir, termasuk tidak mengurangi tugas PU yang lain (BBPJN, BPWS) mereka tetap ada yang namanya normalisasi rutin,” jelasnya.

Mas Koko berharap percepatan pengerjaan tidak mengurangi standar kualitas konstruksi. Ia juga berharap proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga jalur Pantura dapat kembali berfungsi secara optimal dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu akibat genangan maupun banjir.

Baca Juga:
Aliansi Poros Tengah Desak Ketua PA Pasuruan Mundur, Soroti Dugaan Ketidakberesan Persidangan

“Harapannya ini berjalan sesuai dengan waktu yang direncakan, namun tetap harus menjaga kualitas yang baik. Nanti bertahap, di tahun 2027 rel kereta apinya juga naik (ditinggikan),” ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Dwi Bagus, mengonfirmasi bahwa pengerjaan proyek saat ini mengalami percepatan. Berdasarkan data per Kamis (30/7/2026), progres pekerjaan telah mencapai 73 persen, sementara target yang ditetapkan berada di angka 69 persen.

Artinya, terdapat surplus pengerjaan sekitar 4 persen dibandingkan rencana.

“Dalam pelaksanaan, Alhamdulillah ada percepatan yang semula selesai pada November kini target kami pada tanggal 10 September sudah bisa dibuka dan dilewati oleh kendaraan. Perhari ini progres sudah mencapai 73% dari target 69%, dan ada surplus sekitar 4%,” terangnya.

Dwi Bagus menambahkan, proses pengerjaan yang berlangsung sejak April hingga Juli 2026 sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti di lapangan.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh pemangku kepentingan yang turut memberikan dukungan selama proyek berlangsung.

“Alhamdulillah selama proses pekerjaan selama ini tidak ada hambatan. Dan kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat, jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait, yang telah mendukung sehingga kami bisa fokus pada percepatan pekerjaan,” pungkasnya.

Jembatan Bok Wedi berada di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Proyek peninggian jembatan tersebut ditujukan untuk mengatasi persoalan banjir tahunan sekaligus memperlancar aliran sungai di kawasan jalur Pantura.

Selain peninggian jembatan, pekerjaan juga mencakup pembangunan saluran drainase di sekitar lokasi dan sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.

Proyek tersebut menggunakan anggaran lebih dari Rp11 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga:
Umrah Murah Berujung Penipuan, Polres Pamekasan Tahan IRT Asal Pasuruan

Dengan progres yang kini telah melampaui target, proyek Jembatan Bok Wedi diharapkan dapat segera difungsikan sehingga mobilitas kendaraan dan aktivitas ekonomi masyarakat di jalur Pantura kembali berjalan normal. Namun, percepatan tersebut tetap diharapkan berjalan beriringan dengan pengawasan terhadap mutu pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian.