KEBUMEN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gardu Prabowo Kabupaten Kebumen menyatakan bergabung dalam Aliansi Kebumen Bersatu yang mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif serta bebas dari praktik premanisme dan pemalakan.
Ketua DPC Gardu Prabowo Kabupaten Kebumen, Wahyudin, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam aliansi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Aspirasi yang disampaikan, kata dia, akan ditempuh melalui jalur damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Aliansi Kebumen Bersatu berencana menggelar silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi kepada sejumlah institusi di Kabupaten Kebumen. Di antaranya Polres Kebumen, Kejaksaan Negeri Kebumen, DPRD Kabupaten Kebumen, serta Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Menurut Wahyudin, penyampaian aspirasi tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah dalam menyikapi berbagai persoalan yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Gerakan ini bukan untuk menciptakan konflik. Kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat secara damai, tertib, dan konstitusional,” ujar Wahyudin.
DPC Gardu Prabowo juga mendorong agar penegakan hukum terhadap dugaan praktik pemalakan maupun premanisme dilakukan secara tegas, adil, dan sesuai prosedur hukum. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman.
Aliansi Kebumen Bersatu berharap sinergi antara masyarakat, aparat penegak hukum, DPRD, dan pemerintah daerah dapat semakin diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kondusivitas wilayah sekaligus menciptakan ruang publik yang aman bagi seluruh masyarakat.
“Terwujudnya Kebumen yang aman, tertib, dan bebas dari premanisme merupakan tanggung jawab bersama. Aspirasi masyarakat harus disampaikan melalui cara-cara yang damai dan tetap menghormati supremasi hukum,” pungkasnya. (mad)











