MAJENE | Antrean panjang kendaraan roda empat terjadi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (4/9/2026). Kepadatan kendaraan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial.
Menanggapi kondisi itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Sulawesi Barat tetap menjadi perhatian. Penambahan pasokan juga dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan tambahan pasokan telah disalurkan ke sejumlah SPBU di wilayah tersebut.
“Terkait ketersediaan BBM di Majene, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menambahkan pasokan sebesar 15% untuk SPBU di wilayah Sulawesi Barat guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat,” ujar Lilik, Minggu (6/9/2026).
Meski pasokan telah ditambah, Pertamina menyebut antrean belum sepenuhnya dapat dihindari. Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya perpindahan sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
“Antrean yang terjadi turut dipengaruhi adanya peralihan atau switching sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi akibat disparitas harga,” jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan, Pertamina melakukan sejumlah langkah normalisasi di lapangan. Salah satunya dengan mengaktifkan petugas marshalling pada SPBU yang mencatat tingkat pengisian tinggi.
Petugas tersebut bertugas membantu mengatur arus kendaraan sehingga antrean lebih tertib dan pelayanan kepada konsumen tetap berjalan di tengah tingginya permintaan.
“Pertamina terus melakukan upaya normalisasi antrean, termasuk mengaktifkan marshalling di SPBU dengan tingkat pengisian yang tinggi untuk menjaga pelayanan tetap tertib,” kata Lilik.
Selain pengaturan langsung di SPBU, Pertamina juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta sejumlah instansi terkait.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Di saat yang sama, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait lainnya guna memastikan kelancaran distribusi serta pelayanan BBM kepada masyarakat,” pungkas Lilik.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPBU di Majene belum memberikan keterangan mengenai kondisi antrean panjang tersebut, termasuk faktor yang secara spesifik menyebabkan kepadatan kendaraan.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SPBU guna mendapatkan penjelasan lebih lengkap mengenai situasi di lapangan.











