KOTA MALANG – Perum Jasa Tirta (PJT) 1 melakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan dan potensi pencemaran di Sungai Bango, Kota Malang, melalui kegiatan Susur Sungai Bango, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk melihat langsung kondisi sungai sekaligus memetakan sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu kualitas dan kelestarian sumber daya air.
Susur Sungai Bango digelar melalui sinergi PJT 1 bersama komunitas lingkungan hidup KALIKU Lestari Nusantara. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta berbagai elemen relawan dan masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi dan Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Matondang.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA Brantas 1, Arief Satria M., mengatakan kegiatan susur sungai dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi Sungai Bango sekaligus mengetahui berbagai kendala yang selama ini terjadi di sepanjang aliran sungai.
“Dengan melakukan identifikasi secara langsung, kita akan tahu persis apa saja permasalahan selama susur sungai berlangsung,” ujar Arief.
Menurutnya, setiap tim yang mengikuti kegiatan tersebut telah dibekali materi serta formulir untuk mencatat berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
Identifikasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari tumpukan sampah, potensi pencemaran limbah pabrik atau industri, hingga titik-titik longsor di daerah aliran sungai (DAS).
“Identifikasi meliputi tumpukan sampah, pencemaran limbah pabrik atau industri, dan juga longsor di DAS. Hal tersebut akan kita kaji bersama dan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ungkapnya.
Petakan Persoalan dan Cari Solusi Bersama
Arief menjelaskan, keterlibatan sejumlah dinas dan elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut bertujuan agar berbagai persoalan yang ditemukan tidak hanya dicatat, tetapi juga dapat segera dipetakan dan dicarikan solusi sesuai kewenangan masing-masing instansi.
“Dengan bersinergi bersama dinas terkait, hasil dari kegiatan ini akan kami serahkan kepada dinas terkait. Harapannya, ke depan akan tercipta kelestarian air sungai. Sehingga kami juga akan lebih mudah dan cepat dalam pengelolaan serta pendistribusian air bersih bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi sungai memiliki kaitan erat dengan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air. Karena itu, berbagai potensi pencemaran maupun kerusakan lingkungan perlu diketahui sejak awal agar dapat dilakukan langkah penanganan secara tepat.
Kegiatan Susur Sungai Bango juga diharapkan dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian sungai.
Susur Sungai Bango Dibagi Sembilan Etape
Susur Sungai Bango tidak hanya dilakukan di wilayah Kota Malang. Kegiatan tersebut dibagi menjadi sembilan etape, dengan titik-titik susur yang telah ditentukan oleh tim.
Rute susur sungai dimulai dari wilayah Singosari, Kabupaten Malang, kemudian menyusuri aliran Sungai Bango hingga titik akhir di pertemuan Sungai Bango dan Sungai Amprong yang berada di wilayah Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Dengan pemetaan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, PJT 1 bersama pemerintah daerah, komunitas lingkungan, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat memperoleh data lapangan yang lebih lengkap mengenai kondisi Sungai Bango.
Hasil identifikasi tersebut selanjutnya menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama instansi terkait, terutama dalam menangani persoalan sampah, pencemaran, kerusakan daerah aliran sungai, serta berbagai kendala lain yang ditemukan selama kegiatan berlangsung.











