Portal Jatim

595 Pesilat Ramaikan Madinah Van Java 2026 di Kota Pasuruan

Redaksi
×

595 Pesilat Ramaikan Madinah Van Java 2026 di Kota Pasuruan

Sebarkan artikel ini

PASURUAN  — Sebanyak 595 pesilat dari 48 kontingen berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Madinah Van Java 2026 yang digelar di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan.

Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026. Rangkaian kegiatan dimulai dari technical meeting, pertandingan hingga penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Pembukaan kejuaraan dihadiri langsung Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, bersama Ketua DPRD Kota Pasuruan H. M. Toyib, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan Farid Misbah, serta sejumlah pihak terkait.

Pertandingan mempertandingkan kategori tanding dan seni yang dibagi berdasarkan kelompok usia dan tingkatan. Peserta berasal dari kelompok usia 5–8 tahun, 8–10 tahun, hingga kategori remaja dan dewasa.

Dorong Pasuruan Jadi Destinasi Sport Tourism

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyambut positif pelaksanaan Madinah Van Java 2026. Menurutnya, kejuaraan tersebut turut memperkuat posisi Kota Pasuruan sebagai salah satu tujuan sport tourism, khususnya bagi masyarakat dari luar daerah.

“Kita bersyukur Madinah Van Java kedua di tahun 2026 ini bisa kembali digelar. Tentu ini adalah ikhtiar luar biasa dari IPSI Kota Pasuruan untuk memfasilitasi seluruh atlet-atlet pencak silat yang ada di Jawa Timur,” ujar Adi Wibowo.

Ia menilai kejuaraan pencak silat tidak semata menjadi wadah untuk menguji kemampuan dan mengejar prestasi. Ajang tersebut juga dapat digunakan untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus membangun mental kompetitif para atlet.

Selain itu, Adi menekankan pentingnya menjadikan kejuaraan sebagai ruang mempererat silaturahmi antaratlet maupun perguruan pencak silat di Jawa Timur.

“Mari jadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi, saling mengenal dan jadikan perbedaan latar belakang perguruan untuk tetap bersatu. Dan kami atas nama Pemerintah Kota Pasuruan mengapresiasi IPSI Kota Pasuruan yang dua tahun ini konsisten menggelar Madinah Van Java, terutama di tengah kondisi saat ini,” ungkapnya.

Madinah Van Java Ditargetkan Jadi Kalender Tahunan

Ketua IPSI Kota Pasuruan Farid Misbah mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme ratusan pesilat yang mengikuti kejuaraan tersebut.

Baca Juga:
Terkesan Kumuh dan Semrawut, Wagub LIRA Jatim Desak Pemkot Pasuruan Benahi Nasib Pedagang Pasar Karangketug

Ia berharap pelaksanaan Madinah Van Java dapat terus berkembang dan memiliki skala yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

“Kita berharap ke depan semakin lebih besar. Istilahnya, kalau Kota Pasuruan Championship punya brand namanya Madinah Van Java dan ini menjadi kalender tahunan,” tutur Farid.

Farid juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan Madinah Van Java 2 sepenuhnya mengandalkan swadaya peserta. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Pasuruan.

“Seluruh kegiatan ini murni swadaya dari para peserta, jadi tidak ada anggaran yang bersumber dari APBD. Yaitu dari kita, oleh kita, untuk kita,” terangnya.

Ia menilai terselenggaranya kejuaraan tersebut menjadi hal yang membanggakan, terlebih kegiatan berlangsung di tengah kondisi ekonomi masyarakat dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Menurut Farid, kegiatan olahraga prestasi tetap dapat digelar sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

“Sebuah hal yang bisa kita laksanakan itu kita buktikan. Tentu ini bisa menjadi pendorong olahraga-olahraga yang lain, yaitu di tengah kondisi ekonomi yang susah, efisiensi yang luar biasa, tapi kita bisa melaksanakan kegiatan olahraga yang sifatnya prestasi sekaligus multiplier effect-nya untuk ekonomi di Kota Pasuruan,” jelasnya.

Peserta Menurun karena Bersamaan dengan Kejuaraan di Daerah Lain

Sementara itu, Ketua Panitia Madinah Van Java sekaligus Ketua Perguruan Pusaka Suci dan Pengurus Harian IPSI Kota Pasuruan, Baharudin, menjelaskan jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2025.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah adanya kegiatan pencak silat serupa yang berlangsung bersamaan di Malang dan Sidoarjo.

“Hari ini Madinah Van Java 2 diikuti oleh 48 kontingen, jumlah pesertanya 595. Dibandingkan tahun lalu menurun, karena memang kegiatan hari ini bersamaan dengan kegiatan di Malang dan Sidoarjo,” terang Baharudin.

Sebagai perbandingan, Madinah Van Java Championship 2025 yang juga digelar di GOR Untung Suropati diikuti 915 peserta dari 88 delegasi.

Baca Juga:
Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan, Wali Kota Pimpin Aksi Tanam Pohon di Panggungrejo

Baharudin menambahkan, kontingen peserta tahun ini tidak hanya berasal dari perguruan pencak silat. Sejumlah peserta juga membawa nama sekolah maupun klub.

“Kontingen ini tidak hanya perguruan saja, ada yang atas nama sekolah, ada yang club. Tapi kalau yang di Kota Pasuruan itu ada 22 perguruan, Alhamdulillah ikut semua,” pungkasnya.

(Eko)