KOTA MALANG — Memilih untuk tidak mengandalkan open donasi, Yayasan Rumah Solusi terus mencari cara agar kegiatan sosial dan kemanusiaan tetap berjalan secara mandiri.
Yayasan yang beralamat di Jalan Mangga No. 01, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, tersebut mengembangkan sumber pendanaan melalui usaha yang dikelola sendiri. Salah satunya dengan mendirikan bisnis digital printing bernama Rumah Printing.
Ketua Yayasan Rumah Solusi, Hermin Susanti S.I.Kom, mengatakan sejak awal pihaknya berkomitmen untuk tidak membiasakan meminta sumbangan maupun membuka donasi kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin terikat dengan siapapun, jadi kami memang benar-benar memikirkan bagaimana agar kegiatan sosial kemanusiaan yayasan kami tetap berjalan tanpa hal tersebut,” tutur Hermin, Minggu (20/9/2026).
Menurut Hermin, Yayasan Rumah Solusi yang berdiri sejak 14 Februari 2023 tetap memperoleh dukungan dari donatur tetap yang berasal dari internal pengurus yayasan serta relasi suaminya.
Namun, dukungan tersebut tidak menjadi satu-satunya tumpuan. Yayasan juga membangun unit usaha sebagai upaya menjaga keberlangsungan kegiatan sosial secara mandiri.
“Alhamdulillah, baru-baru ini kami dapat membangun dari dana pribadi sebuah kantor dan membuka usaha di bidang Digital Printing yang bernama RUMAH PRINTING,” ujarnya.
Hermin mengakui perjalanan membangun Yayasan Rumah Solusi tidak selalu berjalan mulus. Berbagai kendala dan keterbatasan sempat dihadapi, terutama pada masa awal yayasan menjalankan kegiatan sosial.
“Yang namanya terseok-seok kami telah alami dan hal tersebut mampu kami lewati. Berkat kesolidan, keteguhan dan keikhlasan dalam menjalankan misi sosial kemanusiaan, kami dapat lepas dari semua kesulitan itu,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Rumah Printing kini telah mempekerjakan tujuh orang dalam divisi bisnis yang dikelola Yayasan Rumah Solusi.
Hermin menyebut para pekerja tersebut mayoritas berasal dari kalangan pemuda di sekitar Kecamatan Tajinan. Selain itu, yayasan juga memiliki 15 relawan serta sejumlah tenaga medis yang mendukung pelayanan kemanusiaan melalui empat unit ambulans.
“Kami mempekerjakan pemuda di sekitar Kecamatan Tajinan ini, dan ada 15 relawan dan beberapa tenaga medis yang kami tempatkan di empat unit ambulans kami,” pungkasnya.
Keberadaan unit usaha tersebut menjadi salah satu strategi Yayasan Rumah Solusi untuk mempertahankan kegiatan sosial tanpa harus bergantung pada pola penggalangan donasi terbuka. Dengan demikian, pelayanan kemanusiaan, termasuk pengantaran pasien menggunakan ambulans, tetap dapat dijalankan secara berkelanjutan.
(Junaedi)











