PROBOLINGGO – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Polres Probolinggo memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan personel gabungan lintas instansi.
Kesiapan tersebut ditandai melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Probolinggo, Kamis (5/11/2026) sore.
Apel dipimpin Bupati Probolinggo, dr. H. Mohammad Haris Damanhuri Romly, M.Kes., atau yang akrab disapa Gus Haris. Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Danyon TP 836/BY, jajaran Forkopimda serta perwakilan instansi terkait.
Sejumlah personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang hingga berbagai dampak cuaca ekstrem lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan Bupati Probolinggo, seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemetaan daerah rawan bencana, penguatan koordinasi antarinstansi, pembentukan posko kesiapsiagaan, serta pengecekan personel dan peralatan pendukung.
Gus Haris menegaskan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur agar langkah antisipasi maupun penanganan di lapangan berjalan efektif.
“Kita harus selalu siap dan sigap menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Seluruh personel harus meningkatkan kewaspadaan, memahami wilayah rawan bencana serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung,” ujar Gus Haris.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD dan masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi salah satu faktor penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu.
Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung seluruh upaya penanggulangan bencana melalui pengerahan personel, kesiapan sarana prasarana, serta koordinasi dengan instansi terkait.
“Polres Probolinggo siap bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD dan seluruh stakeholder terkait. Apabila terjadi bencana, personel harus mampu bergerak cepat dan memberikan respons yang tepat demi keselamatan masyarakat,” tegas Kapolres.
Selain menyiapkan kekuatan personel, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana maupun kondisi yang dapat membahayakan keselamatan.
Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan pemeriksaan peralatan kesiapsiagaan bencana oleh Bupati Probolinggo bersama Forkopimda.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan personel dan perlengkapan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Polres Probolinggo bersama pemerintah daerah, TNI dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons penanganan bencana sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo.











