Portal DIY

Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Stimulan Bencana Alam dan Imbau Warga Waspadai El Nino dan Angin Kencang

Portal Indonesia
×

Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Stimulan Bencana Alam dan Imbau Warga Waspadai El Nino dan Angin Kencang

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan bagi korban bencana cuaca ekstrem. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya kepada yang berhak menerimanya di kantor kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Kamis (23/7/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Untuk wilayah Sleman Timur (meliputi Tamanmartani, Kalasan, Jogotirto, dan Selomartani) sebanyak 50 penerima bantuan. Sementara penyerahan bantuan untuk korban bencana di wilayah Sleman Barat dan Sleman Tengah penyerahanya dijadwalkan pada Rabu, 27 Juli, di Ruang Rapat Sembada Pemkab Sleman.

“Total bantuan yang kita salurkan pada tahapan ini sebesar Rp80.850.000. Jika diakumulasikan secara keseluruhan hingga saat ini, Pemkab Sleman telah menyalurkan bantuan korban bencana alam mencapai Rp292.700.000,” ujar Bambang Kuntoro.

Bambang menegaskan bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah bersifat stimulan, bukan ganti rugi secara penuh atas kerugian yang dialami warga.

“Bantuan ini bentuknya stimulan, bukan untuk ganti rugi. Mohon maaf kalau tidak bisa memberikan semuanya. Harapannya nanti bisa meringankan beban Bapak/Ibu semua dalam merenovasi kembali rumah atau atapnya yang rusak saat terjadi bencana,” jelasnya.

Bambang Kuntoro menambahkan bahwa berdasarkan perkiraan cuaca terkini dari BMKG, wilayah Sleman dan sekitarnya menghadapi anomali cuaca berupa fenomena El Nino serta pengaruh angin muson Australia yang cukup kering.

“Kondisi tersebut memiliki beberapa dampak. Di antaranya musim kemarau panjang. Puncak musim kemarau diperkirakan bergeser dari Agustus ke September. Lalu mundurnya musim hujan. Awal musim hujan 2026/2027 diprakirakan mundur hingga November atau awal Desember. Dan juga potensi angin kencang terjadi di beberapa titik kawasan Sleman,” terangnya.

Baca Juga:
Pemkab Sleman Serahkan Hibah Alat Musik ke Sejumlah Kelompok Seni Budaya

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi di wilayah Kabupaten Sleman. Bupati Sleman juga menegaskan pentingnya pemangkasan pohon-pohon yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat terjadi angin kencang.

“Saya pesan pada perangkat daerah terkait, BPBD kemudian DLH, berkaitan angin ya pohon-pohon yang memang sekarang harus dipangkas, ya dipangkas. Tapi harus tetap memperhitungkan pelestarian lingkungan, tidak asal tebang,” tegas Harda. (Brd).