Portal Jateng

Puluhan Anak di Purworejo Alami Diare Usai Santap MBG

Portal Indonesia
×

Puluhan Anak di Purworejo Alami Diare Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini

 

PURWOREJO  — Puluhan anak di Desa Guntur dan Desa Nglaris, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami diare dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026).

Belum diketahui secara pasti penyebab keluhan tersebut. Pihak terkait masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga yang mengalami gejala.

Sejumlah anak yang mengalami keluhan telah mendapat penanganan awal berupa pemberian oralit dari pihak dapur penyedia makanan. Namun, sebagian warga mengaku masih mengalami diare dan pusing hingga Sabtu (19/9/2026).

Ketua RW 5 Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Tri Indrayatno mengatakan, makanan MBG pada Kamis (17/9/2026) didistribusikan kepada siswa MI Guntur, peserta posyandu, ibu hamil, dan anak balita.

Menurutnya, keluhan warga mulai muncul setelah makanan dikonsumsi. Petugas posyandu kemudian menghubungi pihak dapur untuk melaporkan kondisi tersebut.

“Dari pihak dapur memberikan obat oralit. Sebagian setelah diberi oralit ada yang sembuh, tetapi ada juga yang masih pusing-pusing,” kata Tri saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).

Tri menyebut keluhan yang dialami warga berupa diare atau mencret disertai sakit perut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lebih dari 20 anak dari MI dan TK di wilayah tersebut mengalami keluhan serupa.

Sementara itu, jumlah lansia dan ibu hamil yang menerima makanan MBG dan mengalami keluhan belum diketahui secara pasti.

Tri mengatakan, keluhan serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Nglaris. Bahkan, seorang anak di desa tersebut disebut mengalami diare berulang sejak Jumat (18/9/2026) tengah malam hingga Sabtu pagi.

“Putranya warga kami sempat didatangi dokter dari MBG. Diare berulang kali sampai pagi. Warga kami sendiri juga mengalami diare, jadi tiga orang dalam satu rumah diare semua,” ujarnya.

Baca Juga:
Dilaporkan ke Polres Purworejo, Kades Cengkawakrejo: Saya Siap Ikuti Proses Hukum

Menurut Tri, sejauh ini belum ada warga dari wilayahnya yang harus menjalani rawat inap. Namun, sebagian warga masih membeli obat sendiri karena keluhan belum sepenuhnya reda. Ia mengatakan, pihak pengelola sejauh ini memberikan obat kepada warga yang mengalami keluhan.

Tri berharap pengelola MBG lebih berhati-hati dalam proses penyiapan dan distribusi makanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia juga berencana mengumpulkan wali murid untuk membahas keberlanjutan penerimaan makanan MBG di wilayahnya. Pertemuan tersebut akan menjadi ruang bagi warga menyampaikan kondisi yang dialami sekaligus membahas langkah selanjutnya.

“Kita harus hati-hati sekali. Jangan sampai terulang lagi,” ujar Tri.

Koordinator SPPI Purworejo, Wahyu Kurniawan, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penanganan terhadap anak-anak yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Pertama penanganan terhadap korban yang terdampak dulu, Pak,” katanya.

Wahyu mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlah warga yang mengalami keluhan tersebut. Pendataan masih dilakukan untuk mengetahui jumlah korban secara lebih pasti.

“Iya Masih kita data anak-anak yang diduga mengalami diare dan sebagainya Pak,” tuturnya.

Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan diare dan sakit perut tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan dan pendataan diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan warga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi atau disebabkan faktor lainnya. (Fzi)