YOGYAKARTA – Warga Yogyakarta kehilangan seniman kondang lagi. Seorang seniman legendaris asal Yogyakarta bernama Sumisih Yuningsih atau yang dikenal dengan sebutan Mbok Beruk meninggal dunia.
Sumisih menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 08.40 WIB, Sabtu (14/1/2026). Kabar meninggalnya pelawak wanita Mbokni tersiar melalui pesan beruntun yang dikirimkan melalui WAG dan dibenarkan oleh anaknya Lisa dalam sebuah unggahan status WA.
“Dengan penuh rasa duka dan keikhlasan, kami mengabarkan bahwa nenek kami tercinta telah berpulang ke rahmatullah, Sumiasih Yuningsih pada pagi hari ini telah pulang ke Haderat Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulisnya.
Jenazah Sumisih dimakamkan Sabtu hari ini pada pukul 15.00 WIB di Makam Dongkelan, rumah duka di Dukuh Mantrijeron, Yogyakarta.
Lisa juga memintakan doa mendiang ibunya.
Di mata masyarakat Yogyakarta, sosok Mbok Beruk dikenal sebagai seniman legendaris. Sosoknya terkenal lewat seni pertunjukan ketoprak.
Ia juga tokoh dagelan Mataram dengan peran antagonis yang melekat di hati masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
Di setiap perannya yang ngeyelan dan menyebalkan justru menghibur, menghadirkan gelak tawa penonton.
Banyak orang menilai mbok Beruk disetiap penampilannya di Panggung dikenal sebagai sosok “nganyelake”. Meski demikian ia berhasil mencuri perhatian penonton bahkan terbawa di hati.
Seniman kelahiran Bantul 5 Januari 1950 ini memulai kariernya sebagai PNS RRI Yogyakarta. Saat itu ia mengemban sebagai pengasuh siaran ketoprak pedesaan.
Kariernya semakin moncer sejak mengisi acara Angkringan yang ditayangkan di TVRI Yogyakarta. Dan dikenal nasional melalui acara Pasar Rakyat yang ditayangkan di Indosiar.
Memiliki karakter yang humoris, aktif di Dagelan Mataram.
Rupanya sudah sejak kecil ia berkecimpung di dunia hiburan. Tepatnya sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar yang waktu itu dikenal dengan sebutan sekolah rakyat.
Darah seninya mengalir dari sang ayah, yang sudah dulu menggeluti dunia pertunjukkan. Ia diam-diam suka menonton pertunjukan ayahnya, yaitu Padmodiharjo alias kapuk yang kala itu berperan sebagai dagelan ketoprak.
Yang semula hanya menonton, akhirnya Sumisih terjun sebagai pemeran hingga menjadi seniman kondang dan kini dipanggil Tuhan.
Mbok Beruk menghembuskan nafas terakhir di usia 76 tahun di RSUD Sardjito Yogyakarta. (Brd)











