JAKARTA – Polda Metro Jaya membantah keterlibatannya dalam video konferensi melalui Google Meet yang viral di platform Threads. Undangan yang mencatut nama dan logo Polda Metro Jaya tersebut dipastikan merupakan hoaks sekaligus bagian dari modus penipuan.
Penegasan itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, Sabtu (18/7/2026), menyusul beredarnya unggahan yang mengajak masyarakat bergabung dalam Google Meet dengan mengatasnamakan Polda Metro Jaya.
“Kami tidak pernah menyelenggarakan Google Meet yang juga mengundang Kejari Jakarta Selatan serta PPATK,” tegas Kombes Pol. Budi Hermanto.
Dalam video konferensi yang beredar di Threads, terlihat tiga akun mengatasnamakan penyidik Polda Metro Jaya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dan PPATK. Ketiganya seolah-olah sedang membahas penanganan perkara dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Namun, Polda Metro Jaya memastikan tayangan tersebut tidak benar dan bukan bagian dari proses penegakan hukum yang dilakukan kepolisian.
Kombes Pol. Budi menegaskan, penyidik tidak pernah menangani perkara melalui Google Meet, terlebih meminta data atau informasi perbankan kepada pihak yang sedang berperkara.
“Sekali lagi kami tegaskan video conference tersebut adalah hoaks dan merupakan modus penipuan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti arahan dari pihak yang menyelenggarakan Google Meet tersebut,” ujarnya.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang mengatasnamakan institusi pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban modus penipuan tersebut, diminta segera melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan darurat Polri di nomor 110.
(Junaedi)











