Portal Jateng

Harkopnas ke-79, Banyumas Dorong Koperasi Jadi Antisesis Rentenir

Portal Indonesia
×

Harkopnas ke-79, Banyumas Dorong Koperasi Jadi Antisesis Rentenir

Sebarkan artikel ini

 

PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong koperasi kembali memainkan peran strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat. Salah satu fokus yang disiapkan adalah memperluas akses pembiayaan sehat bagi pedagang pasar agar tidak terus bergantung pada rentenir.

Hal itu mengemuka dalam Resepsi Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Kabupaten Banyumas yang digelar di Elsotel Purwokerto, Kamis (6/8/2026).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Banyumas, Gatot Eko Purwadi, mengatakan koperasi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan modal para pedagang pasar.

Menurut dia, masih adanya pedagang yang mengandalkan pinjaman dari rentenir menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan koperasi.

Sebagai langkah konkret, DKUKMP bersama gerakan koperasi akan meluncurkan Program Koperasi Masuk Pasar dalam Festival Pasar Rakyat yang dijadwalkan berlangsung September mendatang.

“Kami berharap koperasi mampu menjadi solusi pembiayaan yang sehat bagi pedagang pasar sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap rentenir serta memperkuat peran koperasi di sektor riil,” kata Gatot.

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global tidak boleh membuat koperasi kehilangan relevansinya.

Menurut dia, koperasi tetap memiliki posisi penting sebagai sokoguru perekonomian rakyat. Namun, koperasi harus berbenah agar mampu menjawab kebutuhan anggotanya di tengah perubahan zaman.

“Keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah koperasi, tetapi bagaimana koperasi mampu tumbuh menjadi lembaga yang sehat, profesional, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya,” tegas Dwi Asih.

Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola, profesionalisme, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak sekadar menjadi wadah usaha bersama, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:
KUD Mustika Gelar RAT, Soroti Regenerasi dan Penguatan Tata Kelola

Peringatan Harkopnas ke-79 di Banyumas juga menjadi momentum memperkuat solidaritas di antara insan koperasi dan pelaku usaha.

Ketua Panitia Harkopnas ke-79 Banyumas, Dartim Tri, mengatakan rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak awal Juli.

Agenda tersebut antara lain lomba kicau burung, ziarah ke makam pelopor koperasi Raden Arya Wirjaatmadja, bakti sosial, kunjungan kepada anggota koperasi yang sakit, hingga keikutsertaan dalam Upacara Harkopnas tingkat Provinsi Jawa Tengah di Surakarta.

Selain itu, digelar turnamen futsal antarkoperasi dan lomba memancing yang diikuti ratusan peserta.

Dalam resepsi tersebut, Pemkab Banyumas juga memberikan penghargaan kepada sejumlah koperasi dan pegiat koperasi berprestasi.

Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, antara lain RAT tercepat, pegiat koperasi, koperasi penggerak UKM pedagang pasar, koperasi dengan skor kesehatan tertinggi, KDKMP terinovatif, koperasi tertib pelaporan, hingga koperasi dengan pelayanan pembiayaan UKM terbesar.

Penghargaan juga diberikan kepada koperasi sektor riil dengan diversifikasi usaha terlengkap, kepala desa motivator pengembangan produk gula kelapa melalui koperasi, petani milenial berkoperasi, pelopor pengembangan koperasi peternakan, serta pelopor pengembangan koperasi pariwisata.

Bagi Pemkab Banyumas, Harkopnas bukan sekadar agenda seremonial. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengembalikan koperasi pada fungsi utamanya sebagai kekuatan ekonomi bersama.

Koperasi diharapkan semakin tangguh, profesional, inovatif, dan adaptif sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Dengan langkah tersebut, koperasi di Banyumas diharapkan tidak hanya tumbuh secara kelembagaan, tetapi juga hadir sebagai solusi atas persoalan ekonomi masyarakat sehari-hari. (trs)