MAGELANG – Polres Magelang Kota menggelar kegiatan bakti religi di sejumlah tempat ibadah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan dilakukan serentak oleh jajaran Polres dan Polsek se-Kota Magelang, Kamis (18/6/2026).
Ketua panitia kegiatan, AKP Suwanto, mengatakan bakti religi digelar sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan bakti religi ini, kami ingin mempererat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tempat ibadah,” kata Suwanto dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, kegiatan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Masjid Agung Kota Magelang, Klenteng Liong Hok Bio, dan Gereja Isa Al Masih Tuguwolu. Sebanyak 150 personel Polres Magelang Kota diterjunkan dan dibagi ke beberapa kelompok untuk melaksanakan kerja bakti di lokasi tersebut.
Para personel melakukan pembersihan di area halaman, ruang ibadah, taman, saluran air hingga fasilitas penunjang lainnya. Kegiatan itu juga melibatkan pengurus tempat ibadah dan warga sekitar sehingga berlangsung dalam suasana kebersamaan.
“Sebanyak 150 personel kami bagi ke beberapa kelompok dan diterjunkan ke masing-masing lokasi dengan membawa peralatan kebersihan,” ujarnya.
Tak hanya di tingkat Polres, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Magelang Kota. Masing-masing kapolsek memimpin langsung kerja bakti di tempat-tempat ibadah yang berada di wilayahnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh agama dan masyarakat. Mereka menilai bakti religi menjadi bentuk nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama.
Polres Magelang Kota berharap kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong di tengah masyarakat,” pungkas Suwanto. (crs)











