Berita

Gubernur Khofifah Tinjau Banjir Probolinggo, Ribuan Warga Terdampak Cuaca Ekstrem

×

Gubernur Khofifah Tinjau Banjir Probolinggo, Ribuan Warga Terdampak Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi banjir di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, serta menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.

PROBOLINGGO – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Probolinggo pada 21 Februari 2026 memicu banjir di sejumlah wilayah. Luapan sungai merendam permukiman dan merusak infrastruktur, mendorong perhatian serius dari Khofifah Indar Parawansa.

Sebagai bentuk respons cepat, Gubernur Jawa Timur itu turun langsung ke lokasi terdampak pada Senin (23/2/2026). Kedatangannya di Kabupaten Probolinggo disambut hangat warga yang berharap percepatan penanganan pascabencana.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Probolinggo M. Haris, Wakil Bupati Ra Fahmi, serta jajaran organisasi perangkat daerah dan instansi terkait. Mereka meninjau sejumlah titik terdampak untuk memastikan proses penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Banjir tercatat melanda beberapa kecamatan, di antaranya Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Kotaanyar, dan Pakuniran. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan sungai meluap hingga menggenangi rumah warga dan lahan pertanian.

Selain berdialog dengan warga, Pemprov Jatim juga menyalurkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut meliputi 300 paket sembako, 20 paket makanan siap saji, 20 paket lauk pauk, 30 paket tambahan gizi, serta 285 paket perlengkapan makan.

Tak hanya itu, diserahkan pula 100 paket perlengkapan anak, 90 paket kebersihan, 70 terpal, 4.000 lembar glangsing, lima unit pompa air, 48 jas hujan, 20 pasang sepatu boot, hingga 100 bronjong untuk penguatan tanggul darurat.

Menurut Khofifah, langkah tanggap darurat telah melibatkan BPBD, Dinas PU Bina Marga, dan Dinas PU Sumber Daya Air yang bersinergi bersama TNI-Polri serta Pemkab Probolinggo. Tim gabungan melakukan asesmen menyeluruh terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, dan sarana pendidikan.

“Kami bersama Bupati memetakan tingkat kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, sebagai dasar penentuan skala prioritas intervensi,” ujarnya.

Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Saat Libur Imlek dan Ramadhan, Polresta Malang Kota Keluarkan Imbauan Keselamatan Berkendara

Data sementara dari Pemkab Probolinggo mencatat 26 jembatan terdampak, empat unit tembok penahan tanah (TPT) rumah rusak, serta 29 titik irigasi dan TPT mengalami kerusakan. Rumah rusak ringan tercatat 74 unit, rusak sedang 38 unit, dan rusak berat tujuh unit.

Sementara itu, lahan pertanian terdampak mencapai 319,13 hektare.

Jumlah warga terdampak pun cukup besar. Di Kecamatan Kraksaan tercatat 810 kepala keluarga (KK), Krejengan 264 KK, Gading 11 KK, Besuk 23 KK, Kotaanyar 14 KK, dan Pakuniran 100 KK.

Khofifah menegaskan, penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat. Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, percepatan pembersihan material lumpur, serta perbaikan akses jalan dan jembatan yang terputus.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembersihan hunian, mengingat masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa dan akan menyambut Hari Raya Idulfitri.

Untuk jangka menengah dan panjang, Pemprov Jatim berencana melakukan normalisasi sungai, penguatan pondasi di sisi kanan-kiri alur sungai, serta penataan titik pertemuan percabangan sungai yang rawan meluap. Dukungan alat berat seperti long arm excavator disiapkan guna mempercepat pengerukan sedimentasi apabila hasil asesmen menunjukkan kebutuhan tersebut.

“Normalisasi sungai memang membutuhkan anggaran besar dan hasilnya tidak selalu terlihat secara langsung. Namun ini adalah investasi penting untuk mencegah banjir berulang,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo M. Haris menyatakan pihaknya terus bergerak melalui strategi penanggulangan bencana yang diusung BPBD dengan tagline “Gercep Sae” (Gerak Cepat, Terpadu, Berbasis Kecamatan). Pendekatan ini menitikberatkan pada respons cepat di tingkat lokal agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.

Pemprov Jawa Timur memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi menjamin keselamatan warga dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Baca Juga:
Pantau Debit Air Sungai, Polsek Taman Prioritaskan Keselamatan Masyarakat